Koreksi Kontroversial: Media Industri Otomotif China Ralat Laporan Soal Larangan Penjualan Mobil Baru Dalam 6 Bulan

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 21 Juli 2025 | 17:22 WIB
Orang-orang berjalan melewati mobil bekas dan dealer di pasar mobil bekas di Beijing, Tiongkok, pada 6 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Orang-orang berjalan melewati mobil bekas dan dealer di pasar mobil bekas di Beijing, Tiongkok, pada 6 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

SHANGHAI,METROSELEBES.COM-Sebuah laporan yang sempat memicu kehebohan di industri otomotif China kini dikoreksi. Auto Review, media resmi milik Asosiasi Produsen Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM), pada Senin menyatakan bahwa mereka telah menghapus dan memperbaiki bagian dari artikel sebelumnya yang mengklaim Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) akan melarang penjualan kembali mobil baru dalam waktu enam bulan setelah pendaftaran awalnya. Seperti dikutip dari Reuters pada Senin (21/07/2025).

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Luncurkan 80.000 Koperasi Merah Putih Serentak, Wujud Nyata Kemandirian Ekonomi Desa

Dalam pernyataan yang dikirimkan ke Reuters, Auto Review mengakui bahwa artikel yang dipublikasikan pada Sabtu lalu “mengandung deskripsi yang tidak akurat terkait MIIT dan otoritas lainnya mengenai mobil bekas tanpa jarak tempuh (‘zero-mileage used cars’).” Pihak redaksi menyatakan bahwa informasi tersebut telah dihapus dan telah diperbaiki.

 

Revisi terbaru artikel tersebut menyebutkan bahwa MIIT berencana untuk “mengatur mobil bekas tanpa jarak tempuh bersama departemen terkait dan menangani isu ini dari akarnya.” Sebelumnya, laporan itu menyebut bahwa MIIT berencana memberlakukan larangan penjualan kembali mobil baru dalam kurun enam bulan setelah pendaftaran sebagai upaya memerangi praktik penjualan mobil bekas tanpa jarak tempuh.

 

Auto Review juga mengoreksi pernyataan terkait proposal Asosiasi Dealer Mobil China (China Automobile Dealers Association/CADA). Sebelumnya disebutkan bahwa CADA mengusulkan sistem kode ekspor untuk mobil bekas. Dalam versi yang diperbarui, laporan itu mengatakan bahwa asosiasi tersebut mengusulkan “mendirikan mekanisme terkait”, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Baca Juga: Abdul Rahman Agu, Sosok Pahlawan Penyelamat Bocah Saat KM Gregorius Barcelona Terbakar di Perairan Minahasa Tenggara

Namun, bagian lain dari artikel tetap tidak berubah, termasuk laporan bahwa produsen mobil besar seperti Chery dan BYD berencana menindak dealer yang melakukan pelanggaran, seperti mendaftarkan kendaraan sebelum benar-benar dijual.

 

Fenomena mobil bekas tanpa jarak tempuh tengah menjadi sorotan di China, negara dengan pasar otomotif terbesar di dunia, yang kini tengah bergulat dengan persaingan harga ekstrem dan kelebihan kapasitas produksi. Praktik ini melibatkan pendaftaran dan asuransi kendaraan baru sebelum terjual, yang memungkinkan produsen dan dealer mencatatkan penjualan secara administratif demi mengejar target.

 

Beberapa sinyal telah muncul bahwa pemerintah pusat akan mengambil langkah tegas. Sebuah surat kabar milik Partai Komunis sebelumnya mengkritik praktik tersebut, dan kabinet China pada Rabu lalu menyatakan akan mengendalikan persaingan “tidak rasional” dalam industri kendaraan listrik domestik.

Baca Juga: Kaesang Pangarep Minta Maaf Gagal Bawa PSI ke Senayan, Janji Akan Jadi Partai yang Diperhitungkan di 2029

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X