CEO Swatch, Nick Hayek, mengatakan merek mewah relatif tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan harga. “Konsumen yang ingin membeli jam mahal bisa melakukannya di luar negeri saat bepergian, di mana pajaknya lebih rendah. Ini berbeda dengan mobil atau mesin yang tidak bisa dipindahkan begitu saja,” ujarnya.
Baca Juga: Launching Bhayangkara Presisi Lampung FC, Kapolri Dorong Semangat Baru Sepak Bola dan Persatuan
Kenaikan harga produk sehari-hari di AS diperkirakan terus berlanjut seiring tarif yang semakin tinggi, memberi tekanan lebih besar pada konsumen dan menambah kekhawatiran investor terhadap prospek merek-merek besar dunia.
Artikel Terkait
Lautan Api Landa Pasar Masomba Palu, Warga Panik, Lalu Lintas Lumpuh, dan Banyak Hanya Menonton
Peduli Lingkungan, Satgas Madago Raya dan Pelajar MAN 1 Poso Gelar Kerja Bakti di Tabalu
Pimpin Rapat Strategis Sektor ESDM, Gubernur Sulteng Genjot Akses Listrik dan Penertiban Tambang
Dugaan Belum Terbukti, Warga Dipukul : Jeritan Keadilan
Final AFF U-23: Gibran Yakin Timnas Indonesia Bekuk Vietnam, Prediksi Skor 3-0
Api Lahap Sembilan Kios di Pasar Masomba, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Launching Bhayangkara Presisi Lampung FC, Kapolri Dorong Semangat Baru Sepak Bola dan Persatuan
Kredit Rp 3 Miliar untuk Kopdes, Pemerintah Luncurkan Skema Pinjaman Koperasi Desa Bunga Rendah
Skema Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih : 3 Miliar, Ini Syarat Lengkap dan Tahapannya
Pinjaman Koperasi Kini Lebih Selektif: Ini Syarat Lengkap Berdasarkan PMK No. 49/2025