Ketegangan Tarif AS dan Konflik Perbatasan Bayangi Pertemuan Menlu ASEAN di Malaysia

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 9 Juli 2025 | 06:30 WIB
Logo ASEAN ditampilkan di luar lokasi Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 8 April 2025. Source FOTO: REUTERS
Logo ASEAN ditampilkan di luar lokasi Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 8 April 2025. Source FOTO: REUTERS

Ancaman Transshipment dan Ketidakpastian BRICS

 

Lavanya Venkateswaran, ekonom senior kawasan ASEAN dari OCBC, mengatakan bahwa negara-negara seperti Vietnam juga menghadapi ketidakpastian tambahan terkait dengan tuduhan "transshipment", yaitu praktik mengalihkan ekspor barang dari Tiongkok ke negara ketiga untuk menghindari tarif. Menurutnya, masih banyak ketidakjelasan terkait bagaimana kebijakan ini akan diberlakukan dan diawasi.

Baca Juga: 5 Alasan Konsumen Diminta Jangan Terburu-Buru Beli Mobil Listrik: Dari SPKLU Langka Hingga Biaya Baterai Selangit

Kebingungan juga diperburuk oleh ancaman Trump yang akan menambah tarif sebesar 10% bagi negara-negara yang terafiliasi dengan blok BRICS. Indonesia merupakan anggota resmi BRICS, sementara Malaysia, Thailand, dan Vietnam adalah negara mitra.

 

Krisis Thailand-Kamboja Uji Persatuan ASEAN

 

Selain isu perdagangan, perselisihan wilayah antara Thailand dan Kamboja menjadi sorotan serius. Ketegangan tersebut telah memicu pengerahan pasukan di perbatasan dan menjadi beban tambahan bagi pemerintahan Thailand yang sedang goyah. Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, kini diskors sementara menunggu proses hukum terkait komunikasi kontroversialnya dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen—percakapan yang dituding melemahkan kedaulatan nasional Thailand.

 

Krisis ini menambah tantangan bagi ASEAN untuk menjaga kesatuan internal di tengah berbagai isu besar lain, termasuk perang sipil yang kian memburuk di Myanmar serta lambatnya penyusunan kode etik Laut China Selatan bersama Beijing.

Baca Juga: Mercedes Benz Hadir Dengan Konsep Futuristik, Gabungkan Teknologi Canggih dan Gaya Hidup Modern

Fokus pada Zona Bebas Nuklir

 

Meski dilanda berbagai tekanan geopolitik dan ekonomi, ASEAN tetap berkomitmen mendorong kerja sama kawasan. Salah satu agenda utama dalam pertemuan kali ini adalah upaya memperkuat perjanjian zona bebas senjata nuklir di Asia Tenggara—langkah simbolis yang menunjukkan tekad ASEAN menjaga stabilitas kawasan di tengah ketidakpastian global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X