JAKARTA, METROSELEBES.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan memaparkan keberhasilan pemerintah dalam mengungkap berbagai kasus besar penyelundupan dan narkotika di Tanah Air.
Dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7 Juli 2025, Budi menyebut bahwa capaian ini menjadi rekor terbesar sepanjang sejarah pemberantasan narkoba di Indonesia.
Baca Juga: Tersandung Narkoba, Jarred Shaw Dipecat Tangerang Hawks dan Diblacklist Perbasi
Dalam pemaparannya, Budi Gunawan yang akrab disapa BG, menjelaskan bahwa Desk Pencegahan Penyelundupan berhasil membongkar 62 kasus besar, dengan total 900 tersangka. Barang bukti yang berhasil diamankan mencapai nilai fantastis, yakni Rp11,5 triliun.
"Kerugian negara yang berhasil dicegah dari seluruh pengungkapan ini mencapai sekitar Rp1,3 triliun," ungkap BG di hadapan anggota dewan.
Barang-barang ilegal yang diamankan dari operasi penyelundupan didominasi oleh produk hasil tembakau, tekstil, narkoba, elektronik, makanan dan minuman, obat-obatan hingga kosmetik.
Namun capaian paling mencolok datang dari Desk Pemberantasan Narkoba, yang menurut BG telah mencetak rekor pengungkapan narkoba terbesar dalam sejarah Indonesia.
Salah satu operasi besar yang disebut adalah penggagalan penyelundupan 2 ton sabu-sabu di Batam dengan estimasi nilai mencapai Rp5 triliun.
"Operasi tersebut dan sejumlah penindakan lainnya telah menyelamatkan potensi kerusakan terhadap 30 juta jiwa," tegasnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga berhasil menyita aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp16,84 triliun yang terkait dengan jaringan narkotika tersebut.
Baca Juga: Polisi Telah Temukan Sebanyak 10 Kilogram Narkoba Sabu di Kampung Boncos
Ada empat kasus menonjol yang menjadi sorotan utama dalam laporan Kemenko Polhukam:
- Jaringan Thailand – Lapas – Kampung Bahari, Jakarta.
- Tiga kasus penyelundupan narkoba oleh warga negara asing (WNA) dari jaringan internasional.
- Jaringan kurir sabu jalur darat Aceh – Medan.
- Jaringan kurir sabu jalur udara Aceh – Medan – Surabaya – Bali – Kalimantan.
BG menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor, termasuk aparat penegak hukum, intelijen, dan lembaga-lembaga terkait lainnya.
Artikel Terkait
Bantah Gunakan Surat Kementerian Untuk Plesiran Istri, Menteri Maman: Saya Tak Pernah Perintahkan!
Nurmala Kartini Jadi Calon Dubes Jepang, Pernah Berkiprah di Tiga Negara Amerika Selatan
BSU 2025 Cair Lewat PT Pos, Ini 8 Langkah Aktivasi Pospay yang Wajib Kamu Tahu!
Indonesia Resmi Gabung BRICS, Prabowo Kukuhkan Peran Strategis di Dunia Multipolar
Mentan Warning Pengusaha Beras Nakal, Sebanyak 212 Merek Dilaporkan ke Pihak Berwajib
Kementerian Pariwisata dan Pemkab Manggarai Barat Perkuat Tata Kelola Wisatawan di Labuan Bajo
80 Ribu Koperasi Desa Melaju: Strategi Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Rakyat
Transformasi Bantuan Sosial: Strategi Baru Menuju Nol Persen Kemiskinan Ekstrem 2026
Indonesia-Palestina Bangun Zona Investasi Pertanian Perdamaian di Sumsel, Bukti Nyata Diplomasi Kemanusiaan
RAPBN 2026 Disusun Ketat, Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh Hingga 5,8 Persen