Bahkan, dalam kasus di mana negara-negara harus melakukan restrukturisasi utang karena tekanan fiskal, praktik pinjaman China yang menjaminkan proyek infrastruktur dengan pendapatan komoditas yang tidak berhubungan menjadi kendala dalam proses negosiasi dan restrukturisasi tersebut.
Meskipun China secara resmi telah membantah tuduhan bahwa praktik pemberiannya tidak etis, hasil studi ini menambah tekanan bagi Beijing untuk meninjau kembali pendekatan pembiayaan eksternalnya, terutama terhadap negara-negara yang tengah berjuang menjaga stabilitas ekonomi mereka.
Artikel Terkait
Ketegangan Timur Tengah Mereda, Fokus Pasar Beralih ke Powell dan Prospek Pemangkasan Suku Bunga
Trump Nyatakan Perang Iran-Israel Sebagai “Kemenangan Bersama”, Reformasi Dalam Negeri Iran Mengemuka
KEK Sanur Diresmikan: Transformasi Bali Jadi Destinasi Medis Kelas Dunia
Asta Cita Jadi Kompas Pembangunan Desa: Mendes Yandri Tekankan Sinergi Daerah
Transparansi Tanpa Celah: Mensos Ajak Rakyat Awasi Bansos Lewat Jalur Digital
Sanur Menuju Pusat Kesehatan Asia: KEK Kesehatan dan BIH Resmi Diluncurkan
Rutte Sebut Trump seperti "Ayah di Tengah Perkelahian Anak Sekolah", Puji Peran Kunci dalam Perdamaian Iran-Israel
Trump Isyaratkan Pelonggaran Sanksi Minyak Iran Demi Pemulihan Ekonomi Teheran
Wall Street Beragam: Nasdaq Naik, Dow Melemah di Tengah Damainya Timur Tengah dan Fokus pada Powell
Korea Utara Resmikan Zona Wisata Pantai Wonsan, Targetkan Jadi Destinasi Kelas Dunia