Komandan Senior Iran Tewas, Ketegangan Memuncak dalam Perang Udara Israel-Iran yang Berlangsung Lebih dari Seminggu

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 20:20 WIB
Pemandangan kerusakan dan barang-barang pribadi di dalam sebuah bangunan yang rusak akibat serangan drone dari Iran ke Israel, di tengah konflik Iran-Israel, di Beit Shean, Lembah Yordan, 21 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Pemandangan kerusakan dan barang-barang pribadi di dalam sebuah bangunan yang rusak akibat serangan drone dari Iran ke Israel, di tengah konflik Iran-Israel, di Beit Shean, Lembah Yordan, 21 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

BEIT SHEAN,QOM,JENEWA,METROSELEBES.COM-Israel mengklaim telah membunuh seorang komandan senior Iran dalam eskalasi terbaru konflik udara dengan Teheran, di tengah meningkatnya ketegangan yang telah menewaskan ratusan orang di kedua belah pihak. Serangan saling balas antara dua musuh lama ini telah berlangsung lebih dari seminggu, menimbulkan korban jiwa dan kehancuran yang meluas. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (21/06/2025).

Baca Juga: Sepupu Bashar al-Assad Ditangkap, Otoritas Baru Suriah Perketat Pembersihan Rezim Lama

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Sabtu menyatakan bahwa pasukannya berhasil menewaskan Saeed Izadi, komandan senior Pasukan Quds yang memimpin Korps Palestina, dalam sebuah serangan udara di kota suci Qom, Iran. Katz menyebut kematian Izadi sebagai "pencapaian besar intelijen Israel dan Angkatan Udara", menambahkan bahwa Izadi adalah tokoh kunci dalam pendanaan dan pengiriman senjata kepada Hamas sebelum serangan 7 Oktober 2023 ke Israel yang memicu perang di Gaza.

 

Media Iran sebelumnya melaporkan bahwa serangan di Qom menyebabkan kematian seorang remaja berusia 16 tahun dan melukai dua orang lainnya. Namun, Garda Revolusi tidak secara langsung mengonfirmasi kematian Izadi, meskipun menyatakan lima anggotanya tewas dalam serangan terpisah di Khorramabad.

Baca Juga: Misi Evakuasi Sunyi: Diplomasi Senyap Selamatkan WNI dari Iran dan Israel

Menurut Nour News yang dikelola negara, serangan Israel sejak 13 Juni telah menewaskan setidaknya 430 orang dan melukai 3.500 lainnya di Iran. Sementara itu, otoritas lokal Israel melaporkan 24 warga sipil tewas akibat rudal Iran, dalam konflik terburuk antara kedua negara selama beberapa dekade.

 

Teheran Tolak Negosiasi Saat Diserang.Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, menegaskan bahwa Teheran menolak melanjutkan pembicaraan nuklir selama negaranya berada di bawah serangan. Ia juga menuding adanya keterlibatan AS dalam agresi militer Israel.

Baca Juga: Langkah Cepat Swasembada: Prabowo Siapkan Indonesia Jadi Eksportir Beras dan Jagung

“Saya tidak bisa duduk di meja negosiasi dengan Amerika Serikat sementara rakyat saya dibombardir dengan dukungan mereka,” kata Araqchi.

 

Araqchi sebelumnya bertemu dengan para menteri luar negeri Eropa di Jenewa, dalam upaya menghidupkan kembali diplomasi. Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan memutuskan dalam dua minggu apakah AS akan ikut campur, sembari mengamati apakah “pihak-pihak yang bertikai bisa berpikir jernih.”

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X