Indonesia Bawa Pulang Diplomasi Strategis dari Rusia: Perkuat Posisi Global di Tengah Dinamika Geopolitik

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 19:52 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, resmi kembali ke tanah air dan disambut langsung oleh para menteri Kabinet Merah Putih di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 21 Juni 2025. (Instagram presidenrepublikindonesia)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, resmi kembali ke tanah air dan disambut langsung oleh para menteri Kabinet Merah Putih di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 21 Juni 2025. (Instagram presidenrepublikindonesia)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Usai menjalankan kunjungan kenegaraan ke Federasi Rusia sekaligus menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, resmi kembali ke tanah air dan disambut langsung oleh para menteri Kabinet Merah Putih di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 21 Juni 2025.

Lawatan strategis ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Rusia, namun juga menghasilkan diplomasi strategis berupa berbagai kesepakatan yang ditujukan untuk mendorong kesejahteraan nasional serta memperkuat posisi Indonesia di panggung global.

Presiden membawa pulang komitmen kerja sama di bidang energi, teknologi, pertahanan, dan perdagangan, yang semakin relevan di tengah ketegangan geopolitik dunia.

Baca Juga: Waspadai Penipuan Berkedok Transmigrasi IKN 2025!

Menurut data dari SPIEF 2025, forum ini dihadiri oleh lebih dari 15.000 peserta dari 130 negara, dengan tema “The Foundation of a Multipolar World”.

Dalam pidatonya, Presiden Indonesia menekankan pentingnya keterlibatan negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan dunia yang lebih adil.

Salah satu hasil nyata adalah pembukaan akses Indonesia ke pasar teknologi Rusia serta kerja sama pelatihan pertahanan berbasis siber.

Baca Juga: Wamen Dikdasmen Pastikan SPMB Surabaya 2025 Berjalan Transparan dan Tanpa Diskriminasi

Selain itu, dilaporkan oleh Kompas dan Antara, Indonesia juga menandatangani MoU dengan Rosatom untuk pengembangan energi nuklir berbasis riset serta transfer teknologi, yang dinilai sebagai langkah penting dalam upaya mencapai target net zero emission 2060.

Kunjungan kenegaraan ini dinilai oleh pengamat internasional sebagai langkah penting dalam memperkuat diplomasi multivektor Indonesia, yang selama ini aktif menjaga keseimbangan antara Barat dan Timur dalam politik luar negerinya.

Baca Juga: Dialog Lapangan, Strategi Baru Cak Imin Pastikan Program Pengentasan Kemiskinan Tepat Sasaran

Dengan hasil diplomasi strategis ini, posisi Indonesia semakin kuat sebagai kekuatan regional yang aktif dan relevan dalam konfigurasi geopolitik dunia yang terus berubah.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X