Dialog Lapangan, Strategi Baru Cak Imin Pastikan Program Pengentasan Kemiskinan Tepat Sasaran

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 18:22 WIB
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, memimpin langsung dialog lapangan dengan warga Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (21 Juni 2025), sebagai bagian dari pelaksanaan Inpres 8 Tahun 2025. (Instagram kemenkopmri)
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, memimpin langsung dialog lapangan dengan warga Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (21 Juni 2025), sebagai bagian dari pelaksanaan Inpres 8 Tahun 2025. (Instagram kemenkopmri)

 

BANDUNG, METROSELEBES.COM – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, memimpin langsung dialog lapangan dengan warga Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (21 Juni 2025), sebagai bagian dari pelaksanaan Inpres 8 Tahun 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin berdialog dengan kepala daerah, perangkat desa, pendamping program, serta berbagai elemen masyarakat mulai dari penerima bantuan, pelaku UMKM, pengurus BUMDes, perwakilan asosiasi, tokoh masyarakat, hingga kader pemberdayaan.

Strategi dialog lapangan ini disebut sebagai cara kerja baru, di mana pemerintah pusat melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan bahwa seluruh program penanggulangan kemiskinan berjalan efektif dan benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga: Kejar Target! 77,80% Desa Rampungkan Pendataan Indeks Desa 2025, Masih Ada Ribuan yang Belum Input

“Dengan mendengar langsung aspirasi warga, kita bisa mengukur efektivitas program di masyarakat dan melakukan perbaikan bila dibutuhkan,” ujar Cak Imin.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2025 tercatat masih di angka 9,2%, atau sekitar 25,3 juta jiwa.

Pemerintah menargetkan menurunkan angka tersebut hingga di bawah 7% pada akhir 2025 melalui berbagai program intervensi, salah satunya lewat penguatan ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Petani Kini Berdaulat Lewat Kopdes Merah Putih, Tak Lagi Terjerat Tengkulak

Kegiatan seperti yang dilakukan di Desa Wangisagara ini juga sejalan dengan pendekatan partisipatif, yang dinilai efektif dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan pengurangan angka kemiskinan berbasis desa.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X