BEIJING,METROSELEBES.COM-Pemerintah Tiongkok telah mengevakuasi lebih dari 1.600 warganya dari Iran dan ratusan lainnya dari Israel, di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik bersenjata antara kedua negara. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers rutin pada Kamis. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (19/06/2025).
Baca Juga: Pendidikan Jadi Garda Terdepan Atasi Kemiskinan Ekstrem, Menko PMT Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Menurut Guo, upaya evakuasi masih terus berlangsung. Tiongkok juga menjaga komunikasi erat dengan pihak-pihak terkait, termasuk Iran, Israel, Mesir, dan Oman, guna memastikan keselamatan warganya dan menyerukan deeskalasi segera dari konflik yang sedang berlangsung.
“Tiongkok mendesak semua pihak, khususnya Israel, untuk segera menghentikan serangan dan mencegah memburuknya situasi,” tegas Guo.
Baca Juga: Relokasi Geologis Mendesak: Pemerintah Pastikan Zona Aman Pascagerakan Tanah Purwakarta
Ketegangan semakin memuncak setelah Israel melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir utama milik Iran pada Kamis. Sebagai balasan, rudal Iran dilaporkan menghantam sebuah rumah sakit di Israel, menewaskan dan melukai puluhan orang. Serangan saling balas ini terjadi hampir satu pekan sejak Israel pertama kali melancarkan apa yang mereka sebut sebagai "serangan pre-emptive" terhadap Iran.
Kedutaan Besar Tiongkok di Iran mengeluarkan peringatan terbaru kepada warganya agar segera meninggalkan negara itu melalui jalur darat. Namun, mereka juga mengingatkan tentang potensi keterlambatan proses imigrasi akibat kepadatan di dua pos perbatasan utama: Astara yang mengarah ke Azerbaijan dan Bajgiran ke Turkmenistan, masing-masing berjarak sekitar 490 km dan 910 km dari Teheran.
Baca Juga: Solusi Ekonomi Desa: Rantai Pendek, Harga Bersahabat
Selain itu, warga Tiongkok juga dianjurkan untuk mempertimbangkan rute alternatif melalui Turki, Armenia, dan Irak.
Sementara itu, Kedutaan Besar Tiongkok di Israel mengumumkan bahwa proses evakuasi dari negara tersebut akan dimulai secara bertahap pada Jumat, dengan menggunakan bus menuju perbatasan Taba yang mengarah ke Mesir, sekitar 360 km dari Tel Aviv.
Baca Juga: Transformasi Desa Lewat Koperasi: Target Ambisius Kopdes 2025
Artikel Terkait
Israel Gempur PLTN Bushehr, Serangan Terbesar ke Fasilitas Nuklir Iran
Ekonomi Desa Berputar, Warga Sejahtera Lewat Koperasi
Transformasi Desa Lewat Koperasi: Target Ambisius Kopdes 2025
Rembug Inpres 8/2025: Menko PM Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di 2026
Kopdes Merah Putih, Mesin Baru Penggerak Ekonomi Desa yang Tak Menggeser Usaha Warga
Solusi Ekonomi Desa: Rantai Pendek, Harga Bersahabat
Relokasi Geologis Mendesak: Pemerintah Pastikan Zona Aman Pascagerakan Tanah Purwakarta
Cold Storage Merah Putih: Solusi Nelayan Lawan Harga Tekan dan Ikan Busuk
7,3 Juta Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Kuota Nasional Tetap Aman
Pendidikan Jadi Garda Terdepan Atasi Kemiskinan Ekstrem, Menko PMT Dorong Kolaborasi Lintas Sektor