Pendidikan Jadi Garda Terdepan Atasi Kemiskinan Ekstrem, Menko PMT Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 19 Juni 2025 | 19:47 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam pengentasan kemiskinan. (Instagram kemenkopmri)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam pengentasan kemiskinan. (Instagram kemenkopmri)

 

SEMARANG, METROSELEBES.COM – Dalam agenda kebangsaan bersama sivitas akademika UIN Walisongo Semarang, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam pengentasan kemiskinan.

Cak Imin menyebut, kampus dan seluruh institusi pendidikan harus menjadi motor penggerak dalam mencetak generasi mandiri, tangguh, dan berdaya saing—terutama dari kalangan rentan.

Menurut Menko PMK, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi juga alat pemberdayaan sosial dan ekonomi.

Baca Juga: 7,3 Juta Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Kuota Nasional Tetap Aman

“Kemiskinan ekstrem hanya bisa dihapus dengan generasi terdidik yang mampu keluar dari keterbatasan, dan itu tugas lembaga pendidikan,” ujar Cak Imin dalam pertemuan yang digelar di auditorium utama UIN Walisongo, Senin (17/06).

Pemerintah, tegasnya, berkomitmen memastikan bahwa seluruh bentuk intervensi—baik dalam bentuk bantuan sosial, program beasiswa, maupun pelatihan vokasi—tepat sasaran dan berkelanjutan.

Data terbaru dari BPS menunjukkan bahwa angka kemiskinan ekstrem di Indonesia masih berada di kisaran 2,5 juta jiwa pada 2024.

Baca Juga: Cold Storage Merah Putih: Solusi Nelayan Lawan Harga Tekan dan Ikan Busuk

Hal ini menuntut kolaborasi aktif antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil dalam memperkuat program pengentasan.

Cak Imin juga menekankan bahwa salah satu program unggulan seperti Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan menjadi rujukan utama untuk memastikan keadilan dan efektivitas kebijakan.

Kolaborasi ini bukan hanya formalitas, melainkan sebuah kebutuhan strategis menuju target Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem pada 2027 sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Solusi Ekonomi Desa: Rantai Pendek, Harga Bersahabat

Momentum ini pun disambut positif oleh kalangan mahasiswa dan dosen yang hadir. Rektor UIN Walisongo menegaskan komitmen kampus untuk menjadi bagian dari solusi nyata, termasuk lewat program pengabdian masyarakat berbasis data kemiskinan dan literasi digital.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X