WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Teleskop Luar Angkasa James Webb kembali mencatatkan penemuan luar biasa. Dua planet raksasa gas yang baru saja lahir berhasil diabadikan saat mengitari bintang muda mirip Matahari bernama YSES-1, yang berjarak sekitar 310 tahun cahaya dari Bumi di arah konstelasi Musca. Penemuan ini memberikan wawasan baru yang penting tentang tahap awal pembentukan sistem planet dan kompleksitas proses tersebut.
Baca Juga: Kebocoran Udara di ISS Tunda Misi Astronot Swasta, Penerbangan Perdana Astronot India Terhambat
Dua planet yang diamati, keduanya lebih besar dari Jupiter — planet terbesar di Tata Surya — menunjukkan karakteristik yang sangat berbeda, meskipun terbentuk di lingkungan yang sama. Salah satu planet memiliki atmosfer penuh awan silikat, sementara yang lain dikelilingi oleh cakram debu yang padat, pertanda adanya materi yang mungkin sedang membentuk bulan atau akibat tabrakan besar.
Tampilan Langsung Planet di Masa Bayi. Kedua planet ini termasuk dalam kelompok langka yang berhasil difoto secara langsung. Dari lebih dari 5.900 eksoplanet yang telah ditemukan sejak 1990-an, kurang dari 2% yang berhasil diamati secara langsung seperti ini. Fakta bahwa dua planet ini masih dalam tahap awal pembentukan menjadikannya objek yang sangat berharga untuk diteliti.
Baca Juga: Persib, Arema, Hingga Oxford United Ramaikan Piala Presiden 2025
Bintang YSES-1, pusat dari sistem ini, berusia sekitar 16 juta tahun — sangat muda dibandingkan dengan Matahari yang telah berumur 4,5 miliar tahun. Planet pertama, yang lebih dekat ke bintang, memiliki massa sekitar 14 kali lipat Jupiter dan berada pada jarak 160 kali lebih jauh dari YSES-1 dibandingkan jarak Bumi ke Matahari. Planet ini masih diselimuti cakram debu halus dan memiliki atmosfer yang mengandung air dan karbon monoksida.
Planet kedua, yang lebih jauh, memiliki massa enam kali Jupiter dan mengorbit pada jarak 320 kali jarak Bumi ke Matahari. Menariknya, ia tidak memiliki cakram material, tetapi atmosfernya dipenuhi awan silikat serta mengandung metana, air, karbon monoksida, dan karbon dioksida — sangat berbeda dari gas raksasa di Tata Surya kita.
Pertanyaan Baru dalam Dunia Astronomi. Kepala penelitian, astrofisikawan Kielan Hoch dari Space Telescope Science Institute di Baltimore, menyatakan bahwa perbedaan drastis antara dua planet ini menunjukkan betapa rumit dan belum sepenuhnya dipahami proses pembentukan planet.
Baca Juga: Dari Mimpi ke Kenyataan: Kolaborasi Inovatif Wujudkan 24 Desa Mandiri Air Bersih di Pelosok Negeri
"Secara teori, planet-planet ini seharusnya terbentuk dalam waktu hampir bersamaan karena proses pembentukan planet terjadi cukup cepat, sekitar satu juta tahun," jelas Hoch. "Namun, perbedaan karakteristik mereka menunjukkan ada banyak faktor lain yang berperan."
Artikel Terkait
Persib, Arema, Hingga Oxford United Ramaikan Piala Presiden 2025
Andi Renny Rummana Resmi Jabat Kajari Donggala, Plt Kajati Sulteng Tekankan Lima Fokus Utama
Sinergi Lintas Sektor: Pelatihan UMKM NTB Dorong Branding dan Kualitas Produk Lokal
Wali Kota Palu Temui Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Bahas Peluang Kerja Sama Internasional
Kasus Covid-19 Naik Lagi, IFG Ajak Masyarakat Waspada dan Lindungi Diri Lewat Asuransi Kesehatan
Menjelang Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Maia Estianty Tulis Pesan Haru; Bunda Tak Akan Pernah Jauh
Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Strategis Demi Pelayanan Publik Lebih Maksimal
Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Strategis Demi Pelayanan Publik Lebih Maksimal
Dari Mimpi ke Kenyataan: Kolaborasi Inovatif Wujudkan 24 Desa Mandiri Air Bersih di Pelosok Negeri
Kebocoran Udara di ISS Tunda Misi Astronot Swasta, Penerbangan Perdana Astronot India Terhambat