JAKARTA, METROSELEBES.COM – Kasus COVID-19 kembali menunjukkan tren peningkatan di sejumlah wilayah Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan RI mencatat kenaikan positivity rate menjadi 2,05 persen pada akhir Mei 2025. Meski sebagian besar kasus bergejala ringan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan.
Baca Juga: Industri Asuransi Nasional Tertekan, Dampak Turbulensi Global Diprediksi Berlanjut
Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di sektor Asuransi, Penjaminan, dan Investasi, mengingatkan pentingnya memiliki asuransi kesehatan sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko dan perlindungan finansial keluarga.
“Situasi ini menjadi pengingat bahwa risiko kesehatan bisa datang tiba-tiba. Asuransi kesehatan bukan hanya instrumen keuangan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga,” ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, Jumat (13/6/2025).
Baca Juga: US Miliar Melayang Akibat Cuaca Ekstrem, Industri Asuransi Asia dan Indonesia Tertekan Berat
Sebagai induk dari sejumlah perusahaan asuransi BUMN, IFG menawarkan berbagai produk perlindungan kesehatan, salah satunya MIFG My Managed Care—asuransi kesehatan komprehensif berbasis managed care dengan manfaat tanpa batas biaya serta kenyamanan layanan VIP.
Namun demikian, Denny juga menekankan bahwa perlindungan terbaik dimulai dari diri sendiri, dengan menerapkan gaya hidup sehat dan disiplin menjaga protokol kebersihan.
Baca Juga: IFG Edukasi Ribuan Mahasiswa Soal Keuangan, Gaungkan Literasi Asuransi Di 13 Kampus Ternama
IFG pun membagikan sejumlah tips untuk menjaga daya tahan tubuh dan menghindari risiko penularan COVID-19:
- Gunakan masker di tempat umum, apalagi saat merasa tidak sehat.
- Cuci tangan secara teratur dengan sabun atau hand sanitizer.
- Hindari kerumunan dan jaga jarak di ruang publik.
- Konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup.
- Periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala seperti demam, batuk, atau sesak napas.
- Lakukan vaksinasi booster, khususnya bagi kelompok rentan.
“Kami percaya, pencegahan dan perlindungan adalah dua hal yang saling melengkapi. Kesadaran untuk hidup sehat, ditopang dengan asuransi kesehatan yang tepat, akan menjadi benteng kuat bagi masyarakat,” pungkas Denny. ***
Artikel Terkait
3 Strategi Pemerintah untuk Koperasi Desa: Kunci Keberlanjutan Ekonomi Lokal
AHY Diapresiasi Prabowo: Kunci Kepemimpinan di Balik Proyek Infrastruktur Nasional
TBC Masih Mengancam: 75 Persen Kematian, 1 Juta Lebih Kasus Diperkirakan Terjadi di 2023
Setelah Tangisannya Viral, Galang Akhirnya Dapat Bantuan Dari Polsek Unauna
Hakim Sejahtera, Keadilan Menguat: Presiden Prabowo Teken Kenaikan Gaji Hakim
Sinergi NU dan Kemenkop: Dorong Akselerasi Koperasi Nasional Menuju Kemandirian Ekonomi
Persib, Arema, Hingga Oxford United Ramaikan Piala Presiden 2025
Andi Renny Rummana Resmi Jabat Kajari Donggala, Plt Kajati Sulteng Tekankan Lima Fokus Utama
Sinergi Lintas Sektor: Pelatihan UMKM NTB Dorong Branding dan Kualitas Produk Lokal
Wali Kota Palu Temui Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Bahas Peluang Kerja Sama Internasional