Kenaikan Produksi Minyak OPEC di Mei Tak Capai Target, Arab Saudi Catat Kenaikan Terbesar

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 9 Juni 2025 | 20:30 WIB
Logo OPEC terlihat dalam ilustrasi ini, diambil pada 8 Oktober 2023. Source FOTO: REUTERS
Logo OPEC terlihat dalam ilustrasi ini, diambil pada 8 Oktober 2023. Source FOTO: REUTERS

LONDON,METROSELEBES.COM-Produksi minyak mentah oleh negara-negara anggota OPEC meningkat pada Mei 2025, namun tidak sebesar yang direncanakan. Hal ini terungkap dalam survei terbaru Reuters yang menunjukkan bahwa kenaikan produksi tertahan oleh pemotongan tambahan dari Irak dan kenaikan terbatas dari Arab Saudi serta Uni Emirat Arab (UEA). Seperti dikutip dari Reuters pada Senin, (09/06/2025).

Baca Juga: Iran Kecam Keras Larangan Perjalanan AS: Bentuk Permusuhan Mendalam terhadap Rakyat Iran dan Muslim

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) tercatat memproduksi 26,75 juta barel per hari (bph) selama Mei, naik sekitar 150.000 bph dari produksi bulan April. Arab Saudi menyumbang kenaikan terbesar, sebesar 130.000 bph, menurut survei tersebut yang dirilis pada Senin.

 

Langkah ini merupakan bagian dari rencana OPEC+—aliansi OPEC dan sekutunya termasuk Rusia—untuk secara bertahap mencabut pemangkasan produksi yang sebelumnya diberlakukan guna menjaga stabilitas harga minyak global. Namun, beberapa negara anggota tetap harus melakukan pemangkasan tambahan sebagai kompensasi atas kelebihan produksi di bulan-bulan sebelumnya.

Baca Juga: Trump Dijadwalkan Berbicara dengan Netanyahu Hari Ini, Menurut Laporan Axios

Dari delapan anggota OPEC+ yang sepakat menaikkan produksi pada Mei, lima di antaranya merupakan anggota OPEC: Aljazair, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan UEA. Mereka diizinkan menaikkan produksi hingga 310.000 bph. Namun kenyataannya, kenaikan hanya mencapai 180.000 bph karena Irak melakukan pengurangan sebagai bentuk kompensasi, dan ekspor Saudi tetap terbatas.

 

Irak, yang mendapat tekanan untuk mematuhi kuota produksi OPEC+, memangkas produksinya pada Mei untuk memenuhi komitmen pengurangan tambahan. Sementara itu, UEA juga memproduksi di bawah kuota yang diberikan, karena tingkat kompensasinya memang lebih rendah dibandingkan negara lain.

Baca Juga: Ekonomi Arab Saudi Tumbuh 3,4% di Kuartal Pertama 2025, Lampaui Perkiraan Awal Meski Harga Minyak Turun

Perlu dicatat, terdapat perbedaan estimasi produksi antara berbagai sumber. Beberapa sumber independen memperkirakan produksi Irak dan UEA lebih tinggi dari angka yang dilaporkan oleh negara-negara tersebut sendiri. Meski data dari OPEC dan survei Reuters menunjukkan angka produksi yang sejalan dengan kuota, badan seperti Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan kedua negara tersebut memproduksi jauh lebih banyak.

 

Survei Reuters didasarkan pada data aliran minyak dari lembaga keuangan LSEG, serta informasi dari pelacak aliran minyak seperti Kpler, dan sumber-sumber dalam perusahaan minyak, OPEC, serta para konsultan energi.

Baca Juga: Tekanan Deflasi Makin Dalam, Ekonomi China Tertekan Perang Dagang dan Krisis Properti

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X