Teknologi Militer Diminati Dunia, Israel Catat Lonjakan Ekspor di Masa Perang

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 4 Juni 2025 | 21:17 WIB
Sebuah senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh dipasang pada kendaraan militer Israel selama penggerebekan Israel di Jenin, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 4 Maret 2025. Source FOTO: REUTERS
Sebuah senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh dipasang pada kendaraan militer Israel selama penggerebekan Israel di Jenin, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 4 Maret 2025. Source FOTO: REUTERS

YERUSALEM,METROSELEBES.COM-Di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza, Israel mencatat lonjakan signifikan dalam ekspor pertahanan tahun 2024, mencapai rekor hampir $15 miliar—naik 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan pada Rabu bahwa lonjakan ini didorong terutama oleh permintaan tinggi terhadap sistem rudal, roket, dan pertahanan udara, dengan lebih dari setengah ekspor ditujukan ke negara-negara Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (04/06/2025).

Baca Juga: Mata Uang Real Brasil Diprediksi Stabil, Tapi Tertekan oleh Kekhawatiran Perdagangan dan Defisit

Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan, nilai ekspor pertahanan Israel telah lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, dengan tahun 2024 mencatat capaian tertinggi sepanjang sejarah.

 

“Rekor baru ekspor pertahanan Israel, yang dicapai di tengah tahun perang, mencerminkan pengakuan global yang terus tumbuh terhadap efektivitas teknologi militer Israel,” ujar Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, Amir Baram. “Sistem pertahanan buatan Israel telah menjadi sorotan di Timur Tengah selama setahun terakhir, dan semakin banyak negara yang ingin melindungi warganya dengan peralatan militer kami.”

Baca Juga: China Perketat Pengawasan Magnet Tanah Jarang dengan Sistem Pelacakan Nasional Baru

Sejak pecahnya perang Gaza pada 7 Oktober 2023, industri pertahanan Israel beroperasi dalam kondisi darurat, dengan produksi senjata berlangsung 24 jam non-stop. Meski demikian, Israel tetap mempertahankan komitmen manufaktur untuk klien internasional.

 

Peningkatan terbesar ekspor terjadi di kawasan Eropa, yang menyerap 54% dari total ekspor—naik tajam dari 36% pada tahun 2023. Kawasan Asia-Pasifik menempati urutan kedua dengan 23%, disusul Amerika Serikat dengan 9%.

Baca Juga: India Gelar Sensus Nasional 2027: Pendataan Kasta Kembali Jadi Perdebatan

Sektor sistem rudal, roket, dan pertahanan udara mendominasi ekspor pertahanan Israel, mencakup 48% dari total pengiriman. Selanjutnya, kendaraan militer dan pengangkut personel lapis baja menyumbang 9%, sementara sistem satelit dan antariksa, radar dan peperangan elektronik, serta pesawat berawak dan avionik masing-masing menyumbang 8%.

Baca Juga: Ancaman Rudal dan Penutupan Wilayah Udara Semakin Membebani Maskapai Dunia

Selain itu, sekitar 57% dari total kontrak pertahanan bernilai lebih dari $100 juta, menandakan tingginya skala dan nilai transaksi yang melibatkan teknologi militer Israel.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X