YERUSALEM,METROSELEBES.COM-Di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza, Israel mencatat lonjakan signifikan dalam ekspor pertahanan tahun 2024, mencapai rekor hampir $15 miliar—naik 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan pada Rabu bahwa lonjakan ini didorong terutama oleh permintaan tinggi terhadap sistem rudal, roket, dan pertahanan udara, dengan lebih dari setengah ekspor ditujukan ke negara-negara Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (04/06/2025).
Baca Juga: Mata Uang Real Brasil Diprediksi Stabil, Tapi Tertekan oleh Kekhawatiran Perdagangan dan Defisit
Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan, nilai ekspor pertahanan Israel telah lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, dengan tahun 2024 mencatat capaian tertinggi sepanjang sejarah.
“Rekor baru ekspor pertahanan Israel, yang dicapai di tengah tahun perang, mencerminkan pengakuan global yang terus tumbuh terhadap efektivitas teknologi militer Israel,” ujar Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, Amir Baram. “Sistem pertahanan buatan Israel telah menjadi sorotan di Timur Tengah selama setahun terakhir, dan semakin banyak negara yang ingin melindungi warganya dengan peralatan militer kami.”
Baca Juga: China Perketat Pengawasan Magnet Tanah Jarang dengan Sistem Pelacakan Nasional Baru
Sejak pecahnya perang Gaza pada 7 Oktober 2023, industri pertahanan Israel beroperasi dalam kondisi darurat, dengan produksi senjata berlangsung 24 jam non-stop. Meski demikian, Israel tetap mempertahankan komitmen manufaktur untuk klien internasional.
Peningkatan terbesar ekspor terjadi di kawasan Eropa, yang menyerap 54% dari total ekspor—naik tajam dari 36% pada tahun 2023. Kawasan Asia-Pasifik menempati urutan kedua dengan 23%, disusul Amerika Serikat dengan 9%.
Baca Juga: India Gelar Sensus Nasional 2027: Pendataan Kasta Kembali Jadi Perdebatan
Sektor sistem rudal, roket, dan pertahanan udara mendominasi ekspor pertahanan Israel, mencakup 48% dari total pengiriman. Selanjutnya, kendaraan militer dan pengangkut personel lapis baja menyumbang 9%, sementara sistem satelit dan antariksa, radar dan peperangan elektronik, serta pesawat berawak dan avionik masing-masing menyumbang 8%.
Baca Juga: Ancaman Rudal dan Penutupan Wilayah Udara Semakin Membebani Maskapai Dunia
Selain itu, sekitar 57% dari total kontrak pertahanan bernilai lebih dari $100 juta, menandakan tingginya skala dan nilai transaksi yang melibatkan teknologi militer Israel.
Artikel Terkait
Krisis Agraria Sawit di Kalbar: 66 Perusahaan Belum Kantongi HGU, 131 Ribu Hektare Terlantar
Mantan Terpidana Bom Bali 2002 Buka Usaha Kopi, Janji Sisihkan Penghasilan untuk Korban
Maskapai Dunia Kembali Hentikan Penerbangan ke Israel Setelah Serangan Rudal
Ancaman Rudal dan Penutupan Wilayah Udara Semakin Membebani Maskapai Dunia
3 Kunci Sukses Koperasi dan Masa Depan Kopdes Merah Putih
India Gelar Sensus Nasional 2027: Pendataan Kasta Kembali Jadi Perdebatan
Sulteng Dorong Status Bandara SIS Aljufri Jadi Gerbang Global
Lepas Ketergantungan Impor: Gandum, kedelai, jagung, dan bawang putih akan dikembangkan secara mandiri.
China Perketat Pengawasan Magnet Tanah Jarang dengan Sistem Pelacakan Nasional Baru
Mata Uang Real Brasil Diprediksi Stabil, Tapi Tertekan oleh Kekhawatiran Perdagangan dan Defisit