Pertahanan Global Goyang: Ketika Eropa Berkata ‘Tidak’ pada Amerika di Asia

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 1 Juni 2025 | 17:03 WIB
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing, dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan sekaligus Wakil Presiden Komisi Eropa. Source FOTO: REUTERS
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing, dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan sekaligus Wakil Presiden Komisi Eropa. Source FOTO: REUTERS

 

Meskipun banyak negara Eropa mempertahankan kehadirannya di Asia, sejumlah negara seperti Finlandia menyambut seruan AS agar fokus pada kawasan mereka sendiri.

Baca Juga: Petrobras Pangkas Harga Bahan Bakar Pesawat, Industri Penerbangan Bernafas Lega

“Ketika pertahanan Eropa sudah kuat, barulah kita bisa melakukan lebih banyak hal di kawasan lain,” ujar Menteri Pertahanan Finlandia Antti Hakkanen. Dengan perbatasan langsung yang panjang dengan Rusia, Finlandia melihat ancaman terbesar masih berasal dari Moskwa.

Baca Juga: Ekspor Korea Selatan Melemah, Pengaruh Perang Dagang Kian Terasa

 

Data dari Stockholm International Peace Research Institute mencatat bahwa pengeluaran pertahanan negara-negara Asia meningkat 46% dalam satu dekade terakhir, mencapai US$629 miliar pada 2024. Lonjakan ini memperjelas bahwa Asia akan terus menjadi medan utama persaingan kekuatan global—tak hanya antara AS dan Tiongkok, tapi kini juga antara AS dan sekutu Eropanya sendiri.

Baca Juga: Apakah Amerika Masih Ramah untuk Mahasiswa Tiongkok?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X