Inti berita:
• Disdik Sulsel mencabut kebijakan PJJ dan mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka SMA, SMK, dan SLB sejak 17 September 2026.
• Kadisdik Iqbal Nadjamuddin menegaskan pembelajaran luring sudah berjalan sejak Kamis, 18 September 2026.
METROSELEBES.com, MAKASSAR — Layar gawai perlahan kembali ditinggalkan. Setelah sempat memindahkan ruang belajar ke rumah akibat antrean panjang BBM, siswa SMA, SMK, dan SLB di Sulawesi Selatan kini kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.
Kepastian itu tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Sulsel Nomor 100.3.4/8495/DISDIK tentang pemberlakuan kembali pembelajaran tatap muka sekaligus pencabutan surat edaran sebelumnya yang mengatur pembelajaran daring. Kebijakan tersebut menetapkan pembelajaran luring kembali berlangsung mulai 17 September 2026.
Baca juga: FH Unhas Jajaki Riset Resolusi Konflik dengan Georgetown University
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Drs. H.A. Iqbal Nadjamuddin membenarkan bahwa pembelajaran tatap muka telah kembali berjalan. “Pembelajaran luring atau tatap muka sudah dimulai dari hari Jumat, 18 September 2026,” kata Kadisdik yang dihubungi melalui nomor WhatsAppnya, Ahad (20/9/2026).
Keputusan tersebut menjadi perubahan dari kebijakan sebelumnya yang menerapkan pembelajaran daring pada 14–18 September 2026. Saat itu, Disdik Sulsel mengambil langkah antisipatif karena antrean BBM dinilai berpotensi mengganggu mobilitas siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Kebijakan awal juga bersifat dinamis sehingga sekolah di wilayah dengan kondisi BBM yang lebih cepat normal dapat kembali menggelar pembelajaran tatap muka setelah berkoordinasi dengan cabang dinas.
Baca juga: BKGN Tak Lagi Sekadar Sikat Gigi, FKG dan RSGM Bergerak ke Pesantren hingga Komunitas Ibu
Perubahan kebijakan dilakukan setelah kondisi ketersediaan BBM di Sulsel dinilai membaik dan berangsur normal. Dalam SE 8495/DISDIK, Disdik Sulsel menyebut pemulihan tersebut menjadi pertimbangan untuk mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka demi menjaga kualitas dan keberlangsungan proses pendidikan.
Bukan hanya aktivitas belajar yang kembali ke sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga kembali diarahkan berjalan normal seiring dengan kembalinya siswa ke satuan pendidikan. Sebelumnya, saat PJJ diberlakukan, sekolah diminta berkoordinasi dengan SPPG agar distribusi makanan disesuaikan sehingga tidak terjadi makanan yang tidak terkonsumsi.
Dengan demikian, Senin (21/9/2026) bukan lagi menjadi hari pertama siswa kembali ke kelas, melainkan awal pekan ketika sistem pembelajaran tatap muka sudah kembali berjalan. Sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Sulsel melanjutkan aktivitas pendidikan secara luring setelah kebijakan darurat akibat gangguan mobilitas BBM dicabut. (*)
Artikel Terkait
Video Dugaan Tendang Wanita Viral, Pria R Diamankan Polisi Dini Hari
Mahfud MD Buka Suara, Mengapa KPK Belum Periksa Nusron dalam Kasus HGB
Jenazah Aris Sanda Tiba di Toraja Utara, Korban Penembakan OPM Danau Habema Dimakamkan Hari Ini
Kalah 0,015 Detik, Marc Marquez Dipaksa Jorge Martin Lepas Pole MotoGP Austria 2026
Ban Khusus Michelin Jadi Batu Sandungan Marc Marquez di Sprint Race Red Bull Ring, Ducati Kehilangan Momentum?