Polisi Ungkap Dugaan Motif Istri Tikam Suami hingga Tewas di OKI

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Selasa, 22 September 2026 | 06:26 WIB
Permintaan uang untuk pengobatan anak berujung cekcok dan penusukan suami oleh istri di OKI hingga korban meninggal dunia. (Dok.Instagram@makassar_info)
Permintaan uang untuk pengobatan anak berujung cekcok dan penusukan suami oleh istri di OKI hingga korban meninggal dunia. (Dok.Instagram@makassar_info)

Inti berita:

• Polda Sumsel mengungkap motif sementara dugaan istri tikam suami di OKI

• Cekcok pasangan suami istri di OKI usai permintaan uang untuk pengobatan anak berakhir tragis

 

METROSELEBES.com, OKI – Permintaan uang untuk pengobatan anak berusia tujuh bulan berubah menjadi pertengkaran yang berujung maut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Peristiwa itu terjadi di depan Masjid At-Taqwa, kawasan Kantor Inspektorat Kabupaten OKI, Senin (21/9/2026). Seorang perempuan berinisial DLAB diduga menusuk suaminya, Anton (32), hingga korban meninggal dunia di lokasi. Korban diketahui berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca juga: Merintis Sejak 2011, Alumni Unhas Bangun Telaga Maccopa Jadi Agrowisata Tiga Dimensi di Maros 

Kasubbid Penmas Polda Sumsel Kompol I Putu Suryawan mengatakan, persoalan bermula ketika DLAB datang menemui suaminya sambil membawa anak mereka yang masih berusia tujuh bulan. Kedatangannya disebut untuk meminta uang yang akan digunakan memenuhi kebutuhan pengobatan sang anak.

Baca jugaKantor Bupati Gowa Digeledah, Polisi Buru Bukti Kasus Dugaan Pungli PBG dan SLF

“Pelaku datang menemui korban di kantornya dengan maksud meminta uang untuk keperluan pengobatan anak mereka yang sedang sakit. Kemudian terjadi cekcok antara pelaku dan korban,” kata Putu.

Situasi kemudian berubah menjadi kekerasan. Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap saksi dan tersangka, polisi menyebut DLAB telah membawa sebilah pisau di dalam tas sebelum menemui korban. Pisau tersebut kemudian dikeluarkan setelah pertengkaran terjadi dan digunakan untuk menyerang korban beberapa kali.

Baca juga: Gibran Bisa Tersingkir dari Duet Prabowo 2029, Nama Pramono dan Ganjar Muncul 

Luka akibat serangan tersebut membuat Anton terjatuh. Polisi menyebut korban mengalami sejumlah luka serius pada tubuh dan wajah hingga akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian. Setelah kejadian, DLAB sempat bergerak menuju Kantor Inspektorat sebelum diamankan petugas yang berada di sekitar lokasi.

Polisi kemudian membawa tersangka beserta sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyidikan. Sebilah pisau dengan panjang sekitar 30 sentimeter dan pakaian yang dikenakan korban turut diamankan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X