Meski didasarkan pada desain era Soviet tahun 1950-an, H-6 tetap menjadi bomber paling canggih yang dimiliki China. Pesawat ini telah dimodernisasi dengan mesin baru, sistem avionik canggih, dan persenjataan mutakhir termasuk rudal jelajah anti-kapal dan rudal balistik berhulu ledak nuklir.
Menurut International Institute of Strategic Studies (IISS) yang berbasis di London, Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengoperasikan dua resimen H-6. Meski demikian, para analis meyakini penempatan bomber ini di Pulau Woody bersifat sementara.
Baca Juga: Kejati Sulteng Gelar Pra Musrenbang 2025, Soroti Efisiensi Anggaran dan Penguatan Kinerja Satker
"Rotasi aset strategis seperti H-6 ke pangkalan luar memberikan mekanisme perlindungan bagi PLA, sekaligus menjadi pesan strategis bagi lawan-lawan regional," ujar Ben Lewis, pendiri platform intelijen sumber terbuka PLATracker.
Sengketa yang Terus Memanas
Keberadaan China di Kepulauan Paracel ditentang keras oleh Vietnam, yang juga mengklaim wilayah tersebut. Sampai berita ini diturunkan, baik Kementerian Pertahanan China, Dewan Keamanan Nasional Filipina, maupun Kementerian Luar Negeri Vietnam belum memberikan komentar resmi.
Baca Juga: Ledakan Dahsyat Guncang Gaomi: Pabrik Kimia Meledak, Warga Trauma
China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, termasuk zona ekonomi eksklusif milik negara-negara Asia Tenggara seperti Brunei, Malaysia, Filipina, Indonesia, Taiwan, dan Vietnam. Namun, klaim tersebut telah dibatalkan oleh putusan pengadilan arbitrase internasional pada 2016, yang menyatakan bahwa klaim maritim China tidak memiliki dasar hukum. China menolak keputusan tersebut.
Sementara itu, Amerika Serikat terus memperkuat kehadirannya di kawasan melalui pengerahan kekuatan militer, termasuk sayap tempur di Jepang dan Guam, serta kapal induk bertenaga nuklir.
Baca Juga: Brimob Sulteng Bersihkan Sekolah di Desa Wombo Pascabanjir, Layanan Madago Respon Siaga 24 Jam
Kehadiran bomber H-6 di wilayah sengketa ini diyakini akan menambah ketegangan di kawasan dan menjadi sorotan utama dalam forum Shangri-La Dialogue yang akan datang.
Artikel Terkait
Proyek Raksasa Industri Indonesia–Tiongkok: Batang dan Bintan Menuju Status Global
Wali Kota Palu Lantik Pengurus DPD LASQI 2025–2030, Ketua TP-PKK Dikukuhkan Sebagai Ketua
Brimob Sulteng Bersihkan Sekolah di Desa Wombo Pascabanjir, Layanan Madago Respon Siaga 24 Jam
Presiden Macron Tiba di Jakarta, Sebut Indonesia Mitra Strategis dan Tak Sabar Bertemu Presiden Prabowo
Beckham Putra Ceritakan Pengalaman Hadapi Pemain China Jelang Laga Timnas di GBK
Kejati Sulteng Gelar Pra Musrenbang 2025, Soroti Efisiensi Anggaran dan Penguatan Kinerja Satker
Ledakan Dahsyat Guncang Gaomi: Pabrik Kimia Meledak, Warga Trauma
Mimpi Betis, Ambisi Chelsea: Siapa yang Akan Angkat Trofi di Wrocław? Berikut Prediksi Skor di Final Nanti .
Harmoni Global: Indonesia-Prancis Kukuhkan Kemitraan Strategis Menuju 100 Tahun Diplomasi
Operasi Minyak Terhenti Akibat Kebakaran Hutan Tak Terkendali di Alberta