Ekonomi Tiongkok Bangkit atau Hanya Sekadar Nafas Panjang?

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 28 Mei 2025 | 03:19 WIB
Para pekerja terlihat di lini produksi baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik (EV) di sebuah pabrik di Huzhou, provinsi Zhejiang, Tiongkok. Source FOTO: REUTERS
Para pekerja terlihat di lini produksi baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik (EV) di sebuah pabrik di Huzhou, provinsi Zhejiang, Tiongkok. Source FOTO: REUTERS

Statistik juga mengungkapkan bahwa sektor manufaktur mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 8,6% secara tahunan, meskipun beberapa sektor seperti otomotif menghadapi tantangan berat akibat kompetisi harga yang ketat.

Baca Juga: Desa Wombo Kabupaten Donggala Diterjang Banjir Bandang; Fasilitas Sekolah, Masjid dan Rumah Warga Banyak yang Rusak

Namun, tidak semua indikator ekonomi memberikan gambaran positif. Data bulan April menunjukkan ekspor yang lebih baik dari perkiraan, tetapi disertai perlambatan dalam output pabrik, penjualan ritel, dan penurunan tajam dalam kredit perbankan.

 

Meski Tiongkok dan AS sempat mencapai kesepakatan untuk menurunkan sebagian tarif dalam pertemuan di Jenewa awal bulan ini, para analis memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut masih rapuh dan berisiko gagal, yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi Tiongkok. Laporan dari Nomura bahkan memperkirakan hingga 16 juta pekerjaan di Tiongkok bisa hilang jika ekspor ke AS turun 50%.

Baca Juga: Satgas Madago Raya Tanamkan Nasionalisme Lewat Upacara Bendera Bersama Siswa SD-SMP di Poso

Yu Weining, ahli statistik NBS, menekankan bahwa landasan bagi pertumbuhan laba yang stabil masih perlu diperkuat. "Ketidakpastian global, permintaan yang lemah, dan tekanan harga masih menjadi hambatan utama pemulihan ekonomi," ujarnya.

 

Meski demikian, data terbaru ini memberikan secercah harapan bahwa upaya stimulus yang dijalankan pemerintah mulai membuahkan hasil di sektor-sektor strategis, dan menjadi sinyal penting bahwa roda ekonomi Tiongkok belum sepenuhnya kehilangan momentum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X