Diplomasi ASEAN di Tengah Gejolak Global: Indonesia Gaet Laos dan Singapura Perkuat Ekonomi dan Stabilitas Kawasan

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Selasa, 27 Mei 2025 | 18:15 WIB
Presiden Indonesia menggelar pertemuan bilateral strategis dengan dua pemimpin negara ASEAN, yakni Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos, Yang Mulia Sonexay Siphandone, dan Perdana Menteri Singapura, Yang Mulia Lawrence Wong. (Instagram presidenrepublikindonesia)
Presiden Indonesia menggelar pertemuan bilateral strategis dengan dua pemimpin negara ASEAN, yakni Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos, Yang Mulia Sonexay Siphandone, dan Perdana Menteri Singapura, Yang Mulia Lawrence Wong. (Instagram presidenrepublikindonesia)

 

KUALA LUMPUR, METROSELEBES.COM – Dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 26 Mei 2025,.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto  menggelar pertemuan bilateral strategis dengan dua pemimpin negara ASEAN, yakni Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos, Yang Mulia Sonexay Siphandone, dan Perdana Menteri Singapura, Yang Mulia Lawrence Wong.

Pertemuan ini menyoroti pentingnya diplomasi ASEAN dalam menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik global. Dalam dialog dengan Laos, Presiden RI menyampaikan kesiapan Indonesia dalam mengoptimalkan kerja sama di sektor-sektor potensial seperti mineral, pertanian, dan pupuk.

Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi dalam memerangi kejahatan transnasional, termasuk perdagangan narkoba, perdagangan manusia, serta judi daring yang semakin marak di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Revisi UU Koperasi Jadi Sorotan: DPR Dorong Transformasi Besar Dunia Perkoperasian Nasional

Sementara itu, pertemuan dengan Singapura difokuskan pada upaya memperkuat solidaritas dan stabilitas regional dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Melalui dukungan terhadap visi dan misi strategis masing-masing negara, Indonesia dan Singapura berkomitmen menjaga stabilitas kawasan demi terwujudnya masa depan ASEAN yang kokoh dan bersatu.

Menurut laporan Sekretariat ASEAN (ASEAN Secretariat), nilai total perdagangan intra-ASEAN pada 2024 mencapai lebih dari USD 870 miliar, menunjukkan ketergantungan tinggi antarnegara anggota dalam aspek ekonomi.

Indonesia sendiri menjadi motor penggerak ekonomi kawasan dengan kontribusi lebih dari 35% terhadap GDP ASEAN.

Baca Juga: Jelang Laga Kualifikasi Piala Dunia, Kluivert Enggan Remehkan China Meski Garuda Main di GBK

Selain itu, data dari UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) tahun 2024 menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas kejahatan lintas negara di Asia Tenggara, termasuk penyelundupan narkotika dan perdagangan manusia.

Fakta ini memperkuat urgensi kerja sama regional seperti yang ditegaskan dalam pertemuan bilateral tersebut.

Pertemuan bilateral ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan diplomasi ASEAN dalam menjaga keseimbangan kawasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X