TOKYO,METROSELEBES.COM-Setelah dua tahun berturut-turut merekomendasikan penolakan, firma penasihat terkemuka Glass Lewis kini berbalik mendukung pemilihan kembali Akio Toyoda sebagai Ketua Toyota Motor Corporation dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada Juni tahun ini.
Baca Juga: Apakah Komunitas Yahudi Masih Aman di Jantung Ibu Kota AS?
Informasi tersebut dikutip melalui reuters.com pada , Sabtu (24/05/2025).
Langkah ini menandai perubahan sikap signifikan terhadap Toyoda, cucu pendiri Toyota dan mantan CEO perusahaan, yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi penurunan dukungan dari pemegang saham akibat kekhawatiran terkait tata kelola perusahaan. Pada pemungutan suara tahun 2024, Toyoda hanya memperoleh dukungan 72%—angka terendah dalam sejarah dewan direksi Toyota—turun dari 85% di 2023 dan 96% di 2022.
Baca Juga: Hubungan Erat Harvard dengan Tiongkok Kini Jadi Sorotan Politik di Bawah Pemerintahan Trump
Dalam wawancara Juli 2024 dengan media internal Toyota, Toyoda secara terbuka mengakui bahwa posisinya di dewan bisa terancam jika tren penurunan dukungan terus berlanjut. Ia menyebut hasil pemungutan suara tahun lalu sebagai "peringatan serius" atas kepercayaan pemegang saham.
Selain Glass Lewis, lembaga penasihat pemegang saham lainnya, Institutional Shareholder Services (ISS), juga mendukung pemilihan kembali Toyoda tahun ini—sebuah perubahan sikap dari rekomendasi mereka sebelumnya yang menolak pencalonannya.
Baca Juga: China Janji Lindungi Mahasiswa di Luar Negeri Usai AS Batasi Akses ke Harvard
Dukungan dari dua firma penasihat utama ini dapat memberikan dorongan penting bagi Toyoda untuk mempertahankan jabatannya di tengah sorotan terhadap tata kelola dan kepemimpinan perusahaan otomotif terbesar di dunia tersebut.
Baca Juga: Dampak Kejut Kebijakan AS: Mahasiswa Tiongkok di Harvard Terancam Dipulangkan
RUPS Toyota diperkirakan akan menjadi momen penting yang menunjukkan arah masa depan perusahaan, khususnya dalam menanggapi tantangan ESG (Environmental, Social, and Governance) dan tekanan dari investor global.