KATHMANDU,METROSELEBES.COM-Pendaki asal Inggris, Kenton Cool, kembali menorehkan sejarah di dunia pendakian gunung setelah berhasil mencapai puncak Gunung Everest untuk ke-19 kalinya pada Minggu pagi (18/05/2025).
Pencapaian ini memperkuat rekornya sebagai pendaki non-Sherpa dengan jumlah pendakian Everest terbanyak.
Baca Juga: Serangan Udara Israel Tewaskan Lebih dari 100 Warga Gaza di Tengah Upaya Gencatan Senjata
Menurut Rajan Bhattarai dari perusahaan penyelenggara ekspedisi Nepal, Himalayan Guides, Cool (51) berhasil mencapai puncak gunung setinggi 8.849 meter itu dan saat ini sedang dalam perjalanan turun menuju kamp yang lebih rendah.
“Kenton adalah sosok yang memiliki pengalaman luar biasa, karisma yang menginspirasi, dan kekuatan fisik yang luar biasa. Ia menjadi bagian penting dari komunitas Everest,” kata Adrian Ballinger dari Alpenglow Expeditions, sebuah perusahaan ekspedisi asal Amerika Serikat. Ballinger, yang telah mendaki Everest sebanyak sembilan kali, menyampaikan pujiannya melalui pesan teks kepada Reuters dari sisi Tibet gunung tersebut.
Baca Juga: Harga Beras Meroket, Dukungan untuk PM Ishiba Terjun Bebas
Cool pertama kali mendaki Everest pada tahun 2004 dan hampir setiap tahun sejak itu ia kembali menaklukkan atap dunia. Dalam pendakian terbarunya, ia ditemani oleh Sherpa Dorji Gyaljen, yang mencatatkan pendakian ke-23-nya.
Meskipun begitu, rekor pendakian Everest terbanyak masih dipegang oleh Sherpa legendaris asal Nepal, Kami Rita, yang telah mendaki puncak dunia tersebut sebanyak 30 kali.
Dalam pendakiannya kali ini, Cool menggunakan rute Southeast Ridge atau South Col — jalur standar yang pertama kali digunakan oleh Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay pada tahun 1953. Rute ini tetap menjadi pilihan favorit para pendaki dari seluruh dunia.
Sejak pertama kali ditaklukkan lebih dari 70 tahun yang lalu, Everest telah didaki oleh lebih dari 8.000 orang, banyak di antaranya lebih dari satu kali. Aktivitas pendakian ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata utama di Nepal, tetapi juga menjadi sumber pendapatan dan lapangan pekerjaan penting bagi negara yang memiliki delapan dari 14 puncak tertinggi dunia.