TOKYO,METROSELEBES.COM-Popularitas Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, mengalami penurunan tajam ke titik terendah sepanjang masa, seiring meningkatnya kekhawatiran publik terhadap lonjakan harga beras yang drastis. Ahad (18/05/2025).
Menurut jajak pendapat terbaru dari kantor berita Kyodo, hanya 27,4% pemilih yang masih mendukung pemerintahannya—turun signifikan dari 32,6% pada bulan sebelumnya.
Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Ishiba serta mitra koalisinya, Komeito, menjelang pemilihan majelis tinggi yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli mendatang.
Baca Juga: China Kenakan Bea Masuk Hingga 74,9% pada Impor Plastik Rekayasa dari AS, UE, Jepang, dan Taiwan
Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa 87,1% responden menganggap langkah-langkah pemerintah dalam menangani kenaikan harga beras masih jauh dari memadai. Beras, yang merupakan makanan pokok utama di Jepang, kini dijual hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan tahun lalu. Kenaikan harga ini dipicu oleh gelombang panas ekstrem yang merusak hasil panen serta lonjakan permintaan akibat meningkatnya kunjungan wisatawan.
Baca Juga: Jepang Tetap Dukung Misi Bulan AS Meski Anggaran NASA Dipangkas
Meski pemerintah telah mulai melepaskan cadangan beras ke pasar sejak bulan Maret, kebijakan tersebut tampaknya belum cukup meredam kemarahan publik. Ketidakpuasan yang meluas ini berpotensi mengancam stabilitas politik Ishiba dan koalisinya di parlemen.
Pengamat politik menilai bahwa Ishiba perlu segera mengambil langkah tegas dan strategis untuk menenangkan keresahan rakyat jika ingin mempertahankan posisinya dalam pemilu mendatang.