Australia dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Strategis Lewat Pertemuan Albanese–Prabowo

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 15 Mei 2025 | 18:17 WIB
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan inspeksi pasukan kehormatan dalam upacara penyambutan di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan ini menandai momen penting dalam hubungan bilateral. Source FOTO: REUTERS
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan inspeksi pasukan kehormatan dalam upacara penyambutan di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan ini menandai momen penting dalam hubungan bilateral. Source FOTO: REUTERS

Prabowo juga mengatakan bahwa isu perdagangan dan investasi, ketahanan pangan, transisi energi, dan mineral penting turut dibahas dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Dijuluki Sahabat Strategis, Prabowo Terima Penghargaan Langka dari Sultan Brunei

"Kami juga mengundang Australia untuk lebih banyak berpartisipasi dalam perekonomian kami. Penting untuk memperkuat kerja sama seperti ini di tengah ketidakpastian ekonomi global," ujarnya.

 

Australia ingin meningkatkan hubungan ekonomi dengan kawasan Asia Tenggara sebagai upaya mendiversifikasi pasar ekspor dan mengurangi ketergantungan pada China, serta sebagai respons atas ketidakpastian perdagangan akibat tarif dari Presiden AS saat itu, Donald Trump.

Baca Juga: Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Jamuan Delegasi Kedutaan Besar Swiss Bahas Kerja Sama Penanggulangan Bencana

Albanese disambut di istana oleh puluhan tentara berkuda, sekitar 3.000 pelajar yang melambaikan bendera, serta upacara militer, menurut kantor Presiden.

 

Indonesia membantah laporan bulan lalu yang menyebut Rusia telah meminta izin untuk menempatkan pesawat militernya di provinsi paling timur Indonesia, Papua, yang berjarak sekitar 1.200 km di utara kota Darwin, Australia—tempat pasukan rotasi Korps Marinir AS bermarkas selama enam bulan setiap tahunnya.

Baca Juga: India Tegas Tolak Upaya China Ganti Nama Wilayah Arunachal, Tegaskan Kedaulatan Penuh

"Jawaban Indonesia adalah tidak, dan mereka sudah sangat jelas," ujar Albanese kepada wartawan pada Kamis pagi saat ditanya soal isu tersebut, yang sempat menjadi perhatian selama kampanye pemilu Australia.

 

Albanese menambahkan bahwa Rusia akan mencoba meningkatkan pengaruhnya di kawasan, dan Australia merespons dengan memperkuat hubungan dengan negara tetangga termasuk Indonesia.

Baca Juga: AS Longgarkan Tarif Impor Paket Kecil dari China, Era Emas E-commerce Mulai Meredup

Analis senior bidang pertahanan dari Australian Strategic Policy Institute, Euan Graham, mengatakan bahwa hubungan Australia-Indonesia telah "menghindari krisis serius selama lebih dari satu dekade, kerja sama terus berkembang secara bertahap dan ada stabilitas yang lebih besar dibanding sebelumnya."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X