Langkah Mengejutkan: Trump Temui Presiden Suriah, Isyaratkan Normalisasi Hubungan

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 14 Mei 2025 | 16:32 WIB
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di Riyadh, Arab Saudi, dalam selebaran yang dirilis pada 14 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di Riyadh, Arab Saudi, dalam selebaran yang dirilis pada 14 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS

RIYADH,METROSELEBES.COM- Dunia diplomatik dikejutkan oleh pertemuan tak terduga antara mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi Rabu, 14/05/2025.

Baca Juga: 13 Kandidat Kuat Peraih Ballon d'Or 2025, Siapa yang Terdepan?

Dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela KTT Amerika Serikat-Gulf Cooperation Council (GCC), Trump mengumumkan bahwa AS akan mencabut seluruh sanksi terhadap pemerintah Suriah yang sebelumnya dipimpin kelompok Islamis.

 

Trump, yang saat ini melakukan kunjungan ke wilayah Teluk dalam rangka tur diplomatik selama empat hari, menyatakan bahwa Washington tengah mempertimbangkan normalisasi penuh hubungan dengan Damaskus. Langkah ini menandai perubahan kebijakan luar negeri besar-besaran yang bertentangan dengan sikap keras Amerika Serikat sebelumnya terhadap Suriah.

Baca Juga: PS5 Melambat, Sony Tetap Tancap Gas Lewat Game Eksklusif

Dalam pertemuan itu, Trump dan al-Sharaa terlihat bersalaman dalam foto resmi yang dirilis oleh televisi pemerintah Saudi, didampingi Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS). Menurut juru bicara Gedung Putih, Trump juga mendesak Suriah untuk menjalin hubungan damai dengan Israel.

 

Kebijakan ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk kalangan dalam pemerintahan AS sendiri yang sebelumnya memperingatkan tentang latar belakang al-Sharaa yang sempat memiliki afiliasi dengan Al-Qaeda. Al-Sharaa diketahui pernah memimpin sayap resmi Al-Qaeda dalam konflik Suriah dan menjalani hukuman lima tahun di penjara AS. Bounty senilai $10 juta atas dirinya baru dicabut pada Desember lalu.

Baca Juga: Nyaris Meletus Perang Nuklir: Saat Rudal Terbang dan Telepon Diplomasi Menyelamatkan Dunia

Meski demikian, MbS memberikan dukungannya terhadap keputusan Trump, dan menyatakan bahwa Arab Saudi menghargai langkah tersebut sebagai upaya menuju stabilitas regional.

 

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga turut hadir secara virtual dalam pertemuan tersebut. Menurut laporan Anadolu Agency, Erdogan dan MbS dikabarkan menjadi pihak yang mendorong Trump untuk mencabut sanksi terhadap Suriah.

Baca Juga: Pintu Keluar di Tengah Serangan: AS dan Houthi Sepakat Akhiri Konflik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X