Langkah Mengejutkan Hamas: Bebaskan Tentara AS di Tengah Krisis Kemanusiaan Gaza

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 13 Mei 2025 | 08:10 WIB
Source FOTO. Tempo.co
Source FOTO. Tempo.co

GAZA,METROSELEBES.COM-Dalam sebuah langkah yang mengejutkan dunia internasional, kelompok Hamas membebaskan Edan Alexander, seorang tentara Israel berusia 20 tahun yang juga berkewarganegaraan Amerika Serikat. Alexander adalah sandera terakhir asal AS yang masih hidup di Gaza, dan pembebasannya terjadi tanpa adanya kesepakatan gencatan senjata resmi.

Baca Juga: Perang Dagang AS–China Mulai Mencair, Kedua Negara Sepakat Pangkas Tarif Impor Selama 90 Hari

Edan Alexander diculik pada 7 Oktober 2023 saat serangan besar-besaran terhadap pangkalan militer Israel. Setelah 584 hari disandera di dalam terowongan bawah tanah dan dikurung bersama sandera lain, ia akhirnya diserahkan kepada perwakilan Palang Merah. Dalam kondisi berpakaian sipil, ia kemudian dibawa ke perbatasan Israel, di mana keluarganya dari Amerika Serikat telah menanti setelah pemeriksaan medis awal.

Baca Juga: Ribuan Umat Buddha Ikuti Kirab Waisak 2025, Menyusuri Jalan Suci dari Candi Mendut ke Borobudur

Hamas dalam pernyataannya menyebut pembebasan Alexander merupakan hasil dari "kontak dengan pemerintahan AS untuk mendorong tercapainya gencatan senjata, membuka jalur bantuan kemanusiaan, dan meringankan penderitaan rakyat Gaza." Mereka juga menyerukan kepada Presiden Donald Trump untuk melanjutkan upaya diplomatik guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Ini Nama 13 Korban Ledakan Amunisi di Garut Teridentifikasi, Dua Perwira TNI dan Warga Sipil Jadi Korban

Presiden Trump merespons pembebasan ini dengan menyebutnya sebagai "langkah itikad baik" dari Hamas. Dalam unggahan di platform Truth Social, ia mengucapkan selamat kepada keluarga Alexander dan menyebut momen ini sebagai harapan baru untuk menyelamatkan seluruh sandera yang masih tertinggal.

Baca Juga: Usai Ledakan Tewaskan 13 Orang di Garut, TNI Peringatkan Masih Ada Bahan Peledak Aktif di Lokasi

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa keberhasilan pembebasan Alexander tidak lepas dari tekanan militer yang terus dilakukan Israel serta dukungan diplomatik dari Trump. “Ini adalah hasil dari kombinasi tekanan militer kami dan diplomasi Presiden Trump,” ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Afghanistan Resmi Larang Catur; Federasi Dibubarkan, Pecatur Terkejut

Namun, situasi di lapangan tetap memanas. Meski Israel menghentikan serangan selama beberapa jam untuk proses serah terima, tidak ada tanda-tanda akan adanya gencatan senjata menyeluruh. Netanyahu bahkan telah mengirim delegasi ke Doha, Qatar, untuk membahas kemungkinan kesepakatan baru, bersamaan dengan rencana ofensif militer lanjutan di Gaza.

 

Hubungan antara Trump dan pemerintah Israel tampak rumit. Meski secara terbuka mendukung Israel, Trump belum menjadwalkan kunjungan ke negara itu dalam lawatannya ke Timur Tengah pasca-kemenangannya dalam pemilu. Hal ini memicu spekulasi tentang ketegangan diplomatik, yang segera dibantah oleh Duta Besar Trump untuk Israel, Mike Huckabee.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: The Guardian

Tags

Rekomendasi

Terkini

X