Reset Ekonomi Global? AS dan Tiongkok Bahas Akhir Perang Dagang

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 11 Mei 2025 | 20:14 WIB
Donald Trump pada pertemuan antara As-Tiongkok. Source FOTO: The Guardian
Donald Trump pada pertemuan antara As-Tiongkok. Source FOTO: The Guardian

JENEWA,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa hubungan dagang antara AS dan Tiongkok telah mengalami "reset total" setelah pertemuan penting antara pejabat tinggi kedua negara di Jenewa, Swiss. Pertemuan ini menjadi momen krusial dalam upaya meredakan perang dagang yang selama ini membebani perekonomian global.

Baca Juga: Trump Tawarkan Diri Jadi Penengah Sengketa Kashmir, India Belum Memberi Jawaban

Trump memuji diskusi yang berlangsung selama delapan jam itu sebagai pertemuan yang “sangat baik” dan “konstruktif.” Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menulis bahwa pembicaraan tersebut mencerminkan niat baik kedua negara untuk membuka jalan baru dalam kerja sama ekonomi. “Kemajuan BESAR TELAH DICAPAI!!!” tulisnya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

 

Pertemuan Tertutup, Harapan Terbuka

Baca Juga: Jelang Negosiasi Genting, Trump Guncang China dengan Usulan Tarif Baru

Pertemuan tersebut mempertemukan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng, dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer. Ini adalah pertemuan tatap muka pertama sejak kedua negara memberlakukan tarif tinggi yang memicu ketegangan perdagangan paling serius dalam satu dekade terakhir.

 

Kedua pihak belum memberikan pernyataan resmi mengenai hasil substantif dari diskusi tersebut. Namun, sumber dekat menyebutkan bahwa perundingan akan berlanjut setidaknya hingga hari Minggu atau Senin.

Baca Juga: Trump Tarik Diri dari Jalur Damai, AS-Ukraina Kunci Aliansi Ekonomi dan Militer

Tarif Mencekik, Perdagangan Nyaris Mandek

 

Tarif-tarif yang diberlakukan AS terhadap Tiongkok kini telah mencapai total 145%, sementara Tiongkok membalas dengan tarif sebesar 125%. Kondisi ini telah melumpuhkan hampir seluruh perdagangan bilateral senilai $600 miliar per tahun, merusak rantai pasokan global, mengguncang pasar keuangan, dan memicu kekhawatiran akan resesi global.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: The Guardian

Tags

Rekomendasi

Terkini

X