JENEWA,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa hubungan dagang antara AS dan Tiongkok telah mengalami "reset total" setelah pertemuan penting antara pejabat tinggi kedua negara di Jenewa, Swiss. Pertemuan ini menjadi momen krusial dalam upaya meredakan perang dagang yang selama ini membebani perekonomian global.
Baca Juga: Trump Tawarkan Diri Jadi Penengah Sengketa Kashmir, India Belum Memberi Jawaban
Trump memuji diskusi yang berlangsung selama delapan jam itu sebagai pertemuan yang “sangat baik” dan “konstruktif.” Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menulis bahwa pembicaraan tersebut mencerminkan niat baik kedua negara untuk membuka jalan baru dalam kerja sama ekonomi. “Kemajuan BESAR TELAH DICAPAI!!!” tulisnya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pertemuan Tertutup, Harapan Terbuka
Baca Juga: Jelang Negosiasi Genting, Trump Guncang China dengan Usulan Tarif Baru
Pertemuan tersebut mempertemukan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng, dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer. Ini adalah pertemuan tatap muka pertama sejak kedua negara memberlakukan tarif tinggi yang memicu ketegangan perdagangan paling serius dalam satu dekade terakhir.
Kedua pihak belum memberikan pernyataan resmi mengenai hasil substantif dari diskusi tersebut. Namun, sumber dekat menyebutkan bahwa perundingan akan berlanjut setidaknya hingga hari Minggu atau Senin.
Baca Juga: Trump Tarik Diri dari Jalur Damai, AS-Ukraina Kunci Aliansi Ekonomi dan Militer
Tarif Mencekik, Perdagangan Nyaris Mandek
Tarif-tarif yang diberlakukan AS terhadap Tiongkok kini telah mencapai total 145%, sementara Tiongkok membalas dengan tarif sebesar 125%. Kondisi ini telah melumpuhkan hampir seluruh perdagangan bilateral senilai $600 miliar per tahun, merusak rantai pasokan global, mengguncang pasar keuangan, dan memicu kekhawatiran akan resesi global.