Jelang Negosiasi Genting, Trump Guncang China dengan Usulan Tarif Baru

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 11 Mei 2025 | 10:52 WIB
Sebuah truk yang membawa kontainer bergerak di pelabuhan Yantian di Shenzhen, provinsi Guangdong, Tiongkok, 17 April 2025. Source FOTO : REUTERS
Sebuah truk yang membawa kontainer bergerak di pelabuhan Yantian di Shenzhen, provinsi Guangdong, Tiongkok, 17 April 2025. Source FOTO : REUTERS

GENEVA,METROSELEBES.COM-9 Mei Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang kebijakan dagang global dengan menyatakan bahwa tarif sebesar 80% untuk produk impor dari China adalah angka yang “masuk akal.” Pernyataan ini muncul menjelang pertemuan penting akhir pekan ini antara pejabat tinggi AS dan China di Swiss, dalam upaya meredakan ketegangan dagang yang semakin tajam.

Baca Juga: Trump Tarik Diri dari Jalur Damai, AS-Ukraina Kunci Aliansi Ekonomi dan Militer

Trump sebelumnya telah menaikkan tarif impor barang China hingga 145%, sebuah langkah yang dinilai telah memperkeruh hubungan ekonomi dua negara raksasa tersebut dan mengganggu rantai pasok global. Kini, dengan menyebut angka 80% sebagai “alternatif,” Trump tampaknya ingin membuka celah negosiasi, meskipun tetap menekankan bahwa tarif tidak akan diturunkan sepihak tanpa adanya konsesi dari pihak China.

 

Delegasi Tinggi Bertemu di Swiss

 

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Kepala Negosiator Perdagangan Jamieson Greer akan bertatap muka dengan perancang kebijakan ekonomi utama China, He Lifeng, di Jenewa. Menariknya, China juga mengutus seorang pejabat tinggi keamanan publik ke pertemuan ini—menandakan bahwa isu penyelundupan fentanil menjadi topik krusial dalam perundingan.

Baca Juga: Biden Kritik Trump soal Ukraina: “Menyerah pada Rusia Adalah Penenangan Gaya Baru

Trump sebelumnya menyebut perdagangan fentanil sebagai salah satu alasan utama pengenaan tarif tinggi terhadap China, bahkan juga Kanada dan Meksiko. Keputusan ini menuai kritik luas, termasuk dari China yang menuding AS menerapkan taktik ekonomi yang “memaksa dan membully.”

 

Angka 80%: Sinyal atau Strategi?

 

Ketika ditanya bagaimana Trump menentukan angka 80%, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menjawab bahwa angka itu "dilontarkan begitu saja oleh Presiden" dan semuanya tergantung hasil pembicaraan akhir pekan ini. Trump menegaskan bahwa AS tidak akan menurunkan tarif begitu saja tanpa ada imbal balik.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X