WASHINGTON/KYIV,METROSELEBES.COM-Pemerintahan Presiden Donald Trump secara resmi menyetujui penjualan suku cadang dan dukungan perawatan pesawat tempur F-16 ke Ukraina senilai $310 juta, hanya beberapa hari setelah menandatangani kesepakatan eksploitasi sumber daya mineral dengan Kyiv. Langkah ini menandai pergeseran arah kebijakan luar negeri AS yang kini berorientasi pada kepentingan ekonomi strategis.
Kesepakatan militer yang diumumkan pada 2 Mei oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) mencakup pelatihan dan logistik, tanpa menyertakan pengiriman pesawat aktif atau rudal. Namun, Ukraina disebut akan menerima 85 unit F-16 operasional dari negara-negara Eropa.
Baca Juga: Biden Kritik Trump soal Ukraina: “Menyerah pada Rusia Adalah Penenangan Gaya Baru
Foto-foto yang dirilis memperlihatkan bagian-bagian F-16 bekas milik Angkatan Udara AS sedang dimuat ke dalam pesawat kargo Antonov-124 milik Ukraina di Bandara Internasional Tucson, Arizona.
Ini merupakan bantuan militer pertama dari pemerintahan Trump kepada Ukraina, dan pertama kalinya Kyiv membayar langsung atas bantuan semacam itu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya meminta sistem pertahanan udara Patriot kepada AS pada 15 April.
Kemitraan Ekonomi Baru
Sebelum pengumuman penjualan senjata, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Pertama Ukraina Yulia Svyrydenko menandatangani nota kesepahaman pada 30 April. Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi eksploitasi bersama terhadap cadangan baru mineral, logam, minyak, dan gas Ukraina.
Baca Juga: Serangan Trump terhadap Industri Film Merupakan Tanda Penghinaan terhadap Orang Asing
Sebagian dari pendapatan negara Ukraina melalui royalti dan lisensi akan dialokasikan ke dana rekonstruksi. Namun, belum ada kejelasan apakah investor AS akan berkontribusi atau kapan investasi akan dimulai.