WASHINGTON,METROSELEBES.COM– Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mencuri perhatian dunia internasional dengan pernyataannya terkait konflik berkepanjangan antara India dan Pakistan di wilayah Kashmir. Melalui unggahannya di platform Truth Social, Trump menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan kedua negara demi mencari “solusi” bagi wilayah yang telah lama menjadi sumber ketegangan tersebut.
Baca Juga: Jelang Negosiasi Genting, Trump Guncang China dengan Usulan Tarif Baru
“Saya akan bekerja sama dengan kalian berdua, untuk melihat apakah setelah 'seribu tahun', sebuah solusi dapat dicapai mengenai Kashmir,” tulis Trump pada Minggu lalu. Meski klaim soal konflik berlangsung selama seribu tahun dianggap tidak akurat secara historis, pernyataan ini menandai upaya terbaru AS dalam memainkan peran diplomatik di Asia Selatan.
Konflik di wilayah Kashmir berakar sejak tahun 1947, saat India dan Pakistan merdeka dari penjajahan Inggris. Sejak itu, kedua negara telah berperang sebanyak tiga kali dan terus berselisih soal klaim atas wilayah tersebut. India menguasai sebagian besar wilayah Kashmir dan menolak segala bentuk campur tangan internasional dalam isu ini, terutama sejak pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi mencabut status otonomi khusus Kashmir pada 2019—langkah yang memicu protes keras dari masyarakat setempat dan Pakistan.
Baca Juga: Trump Tarik Diri dari Jalur Damai, AS-Ukraina Kunci Aliansi Ekonomi dan Militer
Sementara itu, Pakistan menyambut baik pernyataan Trump. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut bahwa pihaknya mengapresiasi niat baik Presiden AS dalam mencari solusi damai. “Pakistan menegaskan kembali bahwa penyelesaian yang adil dan berkelanjutan atas sengketa Jammu dan Kashmir harus merujuk pada resolusi Dewan Keamanan PBB dan menjamin hak rakyat Kashmir untuk menentukan nasib sendiri,” bunyi pernyataan tersebut.
Ketegangan terbaru antara India dan Pakistan meningkat pasca serangan bersenjata di Pahalgam, Kashmir wilayah India, yang menewaskan 26 warga sipil. Pemerintah India menuding kelompok militan yang didukung Pakistan sebagai pelaku. Namun, Islamabad menolak tudingan itu dan menyebut serangan tersebut sebagai operasi palsu untuk memicu konflik.
Baca Juga: Biden Kritik Trump soal Ukraina: “Menyerah pada Rusia Adalah Penenangan Gaya Baru
Setelah serangkaian serangan rudal, drone, dan artileri yang intens, kedua negara menyepakati gencatan senjata pada Sabtu lalu—kesepakatan yang diumumkan pertama kali oleh Trump di platform pribadinya. “Saya bangga bahwa Amerika Serikat dapat membantu kalian mencapai keputusan bersejarah ini,” tulis Trump.
Dalam pernyataan yang sama, Trump juga menyatakan niat untuk meningkatkan perdagangan dengan India dan Pakistan sebagai bagian dari pendekatan damai. Namun hingga kini, pemerintah India belum memberikan tanggapan resmi, meski media lokal mengutip sumber anonim yang menyatakan bahwa tidak ada keputusan untuk memulai perundingan lebih lanjut selain penghentian tembak-menembak.
Baca Juga: Serangan Trump terhadap Industri Film Merupakan Tanda Penghinaan terhadap Orang Asing