Inti berita:
• Pemkab Soppeng menegaskan komitmen menjaga kelestarian alam dan kawasan konservasi dalam peringatan HKAN 2026 tingkat Sulsel di TWA Lejja.
METROSELEBES.com, SOPPENG – Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Permandian Air Panas Lejja, Desa Bulu'e, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, menjadi pusat peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (11/8/2026). Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam di tengah kebutuhan pembangunan dan pemanfaatan potensi wisata.
Puncak peringatan HKAN 2026 ini diinisiasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Soppeng. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Soppeng, jajaran BBKSDA Sulsel, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, penggiat lingkungan, serta sejumlah pemangku kepentingan konservasi dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Baca juga: Bukan Insinerator, Sampah Makanan Bisa Jadi Listrik: Gagasan Reaktor Biogas Mini untuk Kota Makassar
Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle K.S. Dalle, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun instansi teknis. Menurutnya, keberadaan hutan, mata air, dan keanekaragaman hayati merupakan aset bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Konservasi Alam, Kewajiban Semua
“Konservasi alam bukan hanya tugas pemerintah atau instansi terkait, melainkan tanggung jawab bersama. Kita harus menjaga mata air, hutan, dan keanekaragaman hayati yang kita miliki agar tetap lestari,” ujar Selle K.S. Dalle dalam arahannya.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga kawasan konservasi, termasuk TWA Lejja. Menurutnya, perlindungan terhadap lingkungan harus berjalan seiring dengan pemanfaatan potensi alam secara bijaksana sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan ekosistem.
Peringatan HKAN 2026 tingkat Sulsel ini mengangkat pesan tentang pentingnya aksi nyata dalam pelestarian hutan dan satwa. Kehadiran para pemangku kepentingan diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut dalam bentuk kolaborasi dan kepedulian terhadap kawasan konservasi serta keanekaragaman hayati di Sulawesi Selatan.
Baca juga: Lima Posisi Strategis di Polres Maros Berganti, Kapolres Minta Pejabat Baru Tancap Gas Layani Warga
Pemkab Soppeng berharap momentum HKAN dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan, sekaligus mendukung pengembangan wisata alam yang berkelanjutan. Dengan kelestarian kawasan tetap terjaga, TWA Lejja diharapkan terus menjadi salah satu aset konservasi sekaligus destinasi wisata alam unggulan di Bumi Latemmamala. (*)
Artikel Terkait
Pelarian Lintas Pulau Berakhir di Makassar, Emak-Emak Residivis Diduga Curi Emas Diamankan di Apartemen
Artefak Leluhur Berhasil Dipulangkan, Indonesia Perkuat Pertahanan Kedaulatan Budaya
Gus Miftah Minta Nama Istana Tak Dijadikan Senjata di Muktamar NU ke-35
Pasien RS Awal Bros Botania Batam Meninggal Dunia Setelah 12 Hari Koma, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Kasasi Ditolak MA, Vonis Mati Herry Wirawan Tetap Mengikat