Inti berita:
• Marc Marquez memenangkan MotoGP Aragon 2026 setelah duel sengit dengan Marco Bezzecchi.
• Efek aerodinamika saat kedua motor melaju berdampingan di kecepatan tinggi menjadi salah satu momen penting
• Sementara hasil balapan membuat Marquez memangkas jarak dengan Jorge Martin di klasemen menjadi 19 poin.
METROSELEBES.com, ARAGON – Suara mesin yang meraung di atas 300 km/jam menjadi saksi duel sengit Marc Marquez dan Marco Bezzecchi pada MotoGP Aragon 2026. Bezzecchi yang mengawali balapan dari pole position akhirnya harus merelakan kemenangan kepada Marquez setelah persaingan ketat keduanya memasuki fase krusial.
Momen penentu terjadi pada lap keenam ketika Marquez melancarkan serangan di Tikungan 15. Bezzecchi tetap bertahan dan keduanya sempat melaju berdampingan dalam kecepatan tinggi. Situasi tersebut membuat pertarungan semakin sulit karena karakter aerodinamika motor MotoGP modern dapat memengaruhi kestabilan ketika dua motor berada sangat dekat satu sama lain.
Baca juga: Tiga Tahun Beruntun Juara MotoGP Aragon, Marc Marquez Kembali Pertahankan Takhta dari Kepungan Rival
Marquez kemudian mengungkap adanya efek aerodinamika yang membuat kedua motor seperti saling tertarik ketika berjalan sejajar. Menurut pembalap Ducati Lenovo Team itu, perangkat aerodinamika pada motor modern membuatnya sulit menjauh dari Bezzecchi saat keduanya melaju sekitar 300 km/jam. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian paling menegangkan dalam duel perebutan posisi terdepan.
Bagi Bezzecchi, tekanan tidak berhenti setelah kehilangan posisi dari Marquez. Pembalap Aprilia Racing itu masih harus menghadapi Pedro Acosta yang memanfaatkan momentum di bagian akhir balapan. Bezzecchi akhirnya finis di posisi ketiga, sementara Marquez mengamankan kemenangan dan Acosta berada di posisi kedua.
"Posisi saya di lintasan pada akhirnya membuat saya kehilangan kesempatan untuk membalas Marquez (dan Acosta), karena posisi saya terlalu jauh di sebelah kiri untuk bisa mengerem secara normal di tikungan terakhir," ujar Bezzecchi dikutip dari Motorsport.com.
Di sisi lain, Bezzecchi tidak menutupi persoalan yang dihadapinya sepanjang balapan. Ia mengakui Aprilia belum memiliki race pace yang cukup untuk mempertahankan posisi terdepan dari tekanan Marquez secara konsisten. Meski demikian, podium tetap dinilai penting karena memberikan tambahan poin bagi perjuangannya di klasemen.
Baca juga: Kejutan Aragon 2026: Aprilia RS-GP Hancurkan Dominasi Ducati di Rumah Marc Marquez
Artikel Terkait
Banding Dikabulkan, Nikita Mirzani Gugurkan Klaim Kerugian Rp244 Miliar Reza Gladys
Saat Memandikan Cucu, Petani di Takalar Diserang Adik Kandung hingga Meninggal Dunia
Diduga Empat Kartu Kredit FR Dipakai di Kendari, Kingronal21 Soroti Dugaan Skimming: Benarkah Datanya Disalin?
Mengapa Rawan Dugaan Pelecehan di Atas Bus Transjakarta?
Tiga Tahun Beruntun Juara MotoGP Aragon, Marc Márquez Kembali Pertahankan Takhta dari Kepungan Rival