Dengan komitmen kuat dari tokoh-tokoh seperti Prof. Mu’ti dan dukungan dari Kementerian Sosial diharapkan Sekolah Rakyat ini tidak hanya menjadi proyek percontohan, tetapi juga berkembang menjadi model pendidikan rakyat yang dapat direplikasi secara nasional.
Program ini sekaligus menjadi respons terhadap tantangan pendidikan pascapandemi dan ketimpangan akses pendidikan, terutama di daerah tertinggal.
Data dari Kementerian Pendidikan menunjukkan masih terdapat sekitar 3 juta anak usia sekolah yang belum mendapat akses pendidikan formal secara optimal pada 2024.
Sebagai penutup, Gus Ipul mengajak masyarakat untuk turut mendoakan keberhasilan pelaksanaan program ini.
“Mohon doa restunya,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: 405 Ribu KPM Akhirnya Terima Bansos Setelah Gagal Salur, Pemerintah Genjot Perbaikan Data
Tahun ajaran baru kali ini bukan hanya soal rutinitas kembali ke sekolah, tapi juga momentum lahirnya harapan baru melalui Sekolah Rakyat.***
Artikel Terkait
Jelang Tahun Ajaran Baru, Pemeriksaan Kesehatan Massal Gratis untuk Pelajar Digelar Nasional
Dorong Sertifikasi Pengurus Koperasi, MenKop Gandeng Kemenaker Perluas Peluang Kerja
Strategi 3 Fase Kopdes Merah Putih Dorong Transformasi Ekonomi Desa
Co-op Inggris Hentikan Impor dari Israel dan 16 Negara Lain karena Isu HAM
Inpres 2025 Jadi Senjata Baru Pemberdayaan Rakyat, Menko PM Tekankan Langkah Nyata
405 Ribu KPM Akhirnya Terima Bansos Setelah Gagal Salur, Pemerintah Genjot Perbaikan Data
Prabowo Pacu Pertumbuhan Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Perkuat Ekonomi dan Tekan Biaya Hidup
Kades Belajar ke Negeri Tirai Bambu, Pemerintah Dorong Lompatan Kemajuan Desa
BSU 2025 Cair, Buruh Bergaji Rp3,5 Juta ke Bawah Jadi Prioritas
Koperasi Merah Putih” Jadi Senjata Baru Pemerintah Bangkitkan Ekonomi Desa