JAKARTA, METROSELEBES.COM – Sebanyak 25 Kepala Desa (Kades) dari berbagai provinsi di Indonesia resmi diberangkatkan ke Tiongkok untuk mengikuti Seminar on Capacity Building for Indonesian Village Head yang akan berlangsung dari 26 Juni hingga 8 Juli 2025.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto melepas keberangkatan para Kades tersebut dengan harapan besar agar kegiatan ini menjadi titik balik kemajuan desa-desa di tanah air.
Mendes Yandri menekankan bahwa program ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan para pemimpin desa melalui transfer ilmu dari negara maju seperti Tiongkok.
Baca Juga: Prabowo Pacu Pertumbuhan Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Perkuat Ekonomi dan Tekan Biaya Hidup
“Kami harap 25 Kades ini bisa memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya dan membawa pulang ilmu yang bisa diterapkan langsung di desa masing-masing,” ujar Yandri saat pelepasan di Jakarta, Selasa (18/6).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok dalam pengembangan kapasitas aparatur desa.
Dalam seminar tersebut, para Kades akan mempelajari berbagai aspek pengelolaan desa, mulai dari pembangunan infrastruktur pedesaan, pemanfaatan teknologi digital untuk administrasi, hingga pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa.
Baca Juga: 405 Ribu KPM Akhirnya Terima Bansos Setelah Gagal Salur, Pemerintah Genjot Perbaikan Data
Peran Kapasitas Aparatur Desa dalam Pembangunan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan bahwa dari lebih 74.000 desa di Indonesia, sekitar 35% masih masuk dalam kategori desa berkembang dan 14% dalam kategori tertinggal.
Dengan peningkatan kapasitas pemimpin desa, seperti yang diupayakan melalui kegiatan ini, diharapkan akan mendorong lebih banyak desa naik kelas menuju desa maju dan mandiri.
Selain itu, pengalaman serupa sebelumnya menunjukkan hasil positif.
Program pelatihan aparatur desa di luar negeri yang dilakukan di Korea Selatan dan Jepang pada 2022 menghasilkan beberapa inovasi pelayanan publik dan penguatan ekonomi desa yang kemudian diterapkan di daerah asal peserta.
Baca Juga: Inpres 2025 Jadi Senjata Baru Pemberdayaan Rakyat, Menko PM Tekankan Langkah Nyata
Artikel Terkait
Selat Hormuz Terancam Ditutup, DPR RI Soroti Dampak Ekonomi Nasional dan Minta Pemerintah Siaga
Damai Rawan Timur Tengah Angkat Bursa Saham Kanada, Tapi Sektor Tambang Tersandung
Pacu Swasembada Gula: Petani Jadi Garda Terdepan Kemandirian Pangan
Jelang Tahun Ajaran Baru, Pemeriksaan Kesehatan Massal Gratis untuk Pelajar Digelar Nasional
Dorong Sertifikasi Pengurus Koperasi, MenKop Gandeng Kemenaker Perluas Peluang Kerja
Strategi 3 Fase Kopdes Merah Putih Dorong Transformasi Ekonomi Desa
Co-op Inggris Hentikan Impor dari Israel dan 16 Negara Lain karena Isu HAM
Inpres 2025 Jadi Senjata Baru Pemberdayaan Rakyat, Menko PM Tekankan Langkah Nyata
405 Ribu KPM Akhirnya Terima Bansos Setelah Gagal Salur, Pemerintah Genjot Perbaikan Data
Prabowo Pacu Pertumbuhan Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Perkuat Ekonomi dan Tekan Biaya Hidup