TOGLIATTI,METROSELEBES.COM-Produsen mobil terbesar di Rusia, AvtoVAZ, mempertimbangkan untuk memangkas jumlah hari kerja karyawannya dari lima menjadi empat hari per minggu mulai September mendatang. Langkah ini merupakan respons terhadap merosotnya penjualan akibat tingginya suku bunga dan meningkatnya persaingan dari merek-merek mobil asal China. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (22/07/2025).
Baca Juga: BYD Tunda Produksi Massal di Pabrik Hongaria, Fokus ke Turki untuk Produksi Lebih Cepat dan Murah
Dalam pernyataannya pada Selasa (22 Juli), AvtoVAZ menyatakan bahwa keputusan final mengenai pengurangan hari kerja akan bergantung pada analisis tren pasar dan faktor-faktor ekonomi, termasuk tingkat suku bunga acuan dan ketersediaan produk kredit kendaraan. Jika diterapkan, sistem kerja empat hari ini akan mulai diberlakukan pada akhir September.
Terjepit Suku Bunga dan Serbuan Mobil China
Penurunan daya beli konsumen, yang diperparah oleh tingginya suku bunga dari bank sentral Rusia, telah memukul keras industri otomotif nasional. AvtoVAZ mengeluhkan suku bunga tinggi yang tidak hanya menyulitkan konsumen mengakses kredit mobil, tetapi juga meningkatkan biaya produksi.
Volume kredit mobil di Rusia anjlok sebesar 46% pada paruh pertama tahun ini, menurut bank milik negara VTB. Situasi ini membuat AvtoVAZ harus bersaing ketat dengan mobil impor, terutama dari China, yang menjalankan strategi "price dumping" untuk merebut pasar Rusia. Saat ini, mobil asal China menguasai lebih dari 50% pangsa pasar otomotif Rusia—melonjak drastis dari kurang dari 10% sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Baca Juga: Hadiri Sidang di MK, Lesti Kejora Ungkap Ketidaknyamanan Usai Dilaporkan Terkait Hak Cipta
AvtoVAZ sendiri memperkirakan penjualan mobil di Rusia akan turun sebesar 25% tahun ini. Penurunan itu sudah tercermin dalam kinerja semester pertama 2025, ketika perusahaan hanya menjual 155.481 unit kendaraan, turun 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dampak Sosial dan Ketergantungan Ekonomi
Artikel Terkait
Rosneft Tunjuk Kembali Eks Menteri Energi Qatar sebagai Ketua Dewan Direksi di Tengah Tekanan Sanksi Uni Eropa
Tesla Akhiri Gugatan Hukum terhadap Larangan Penjualan Langsung di Louisiana
Elliott Desak Ketua Baru BP Atasi Kinerja Operasional yang Buruk
Gedung Baru BNN Sulteng Diresmikan, Simbol Komitmen Perangi Narkoba
Dedi Mulyadi Kukuh Larang Study Tour, Sebut Pendidikan Bukan Ajang Piknik
Erick Thohir Kecewa Timnas U-23 Gagal Kalahkan Malaysia: Jangan Hanya Bisa Lawan Brunei..!
Canggih Tapi Kurang Nyaman, Wuling Air ev Dapat Sorotan Soal Jok dan Posisi Duduk
Seluruh Korban KM Barcelona VA Ditemukan, Menhub Pastikan Proses Evakuasi Tuntas
Hadiri Sidang di MK, Lesti Kejora Ungkap Ketidaknyamanan Usai Dilaporkan Terkait Hak Cipta
BYD Tunda Produksi Massal di Pabrik Hongaria, Fokus ke Turki untuk Produksi Lebih Cepat dan Murah