Anugerah Ingatan Budi: Kapolri Dianugerahi Gelar Adat sebagai Penjaga Harmoni Negeri

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Senin, 14 Juli 2025 | 16:12 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menerima Anugerah Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau (Instagram divisihumaspolri)
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menerima Anugerah Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau (Instagram divisihumaspolri)

 

PEKANBARU, METROSELEBES.COM – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menerima Anugerah Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau dalam sebuah upacara adat yang digelar khidmat di Pekanbaru pada Sabtu, 12 Juli 2025.

Penghargaan adat yang sarat makna ini menjadi bukti nyata apresiasi masyarakat Melayu atas dedikasi Kapolri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta membangun hubungan yang harmonis antara institusi Polri dan masyarakat luas.

Ingatan Budi, sebagaimana disebut dalam filosofi adat Melayu, adalah simbol pengingat bahwa setiap tindakan pengabdian harus berakar pada nilai luhur, keikhlasan, serta kebaikan.

Baca Juga: Sehatkan Santri, Kuatkan Bangsa: 500 Santriwati Lirboyo Jalani Pemeriksaan Gratis Didampingi Menko PMK

Kapolri dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap langkah kepemimpinan yang ia jalankan di tubuh Polri selalu diarahkan pada asas kemanusiaan dan kemaslahatan bersama.

> “Ingatan Budi adalah simbol pengingat bahwa setiap langkah pengabdian harus berakar pada nilai-nilai luhur, keikhlasan, dan kebaikan. Sehingga setiap tindakan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Kapolri.

LAM Riau menilai bahwa selama kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit, Polri telah menunjukkan banyak langkah progresif, termasuk dalam pendekatan berbasis budaya, restoratif justice, serta keterbukaan informasi kepada publik.

Baca Juga: Polisi TikTok Beraksi: Aksi Satir Netizen yang Jadi Simbol Harapan Tegaknya Keadilan

Hubungan harmonis yang dibangun dengan tokoh masyarakat, adat, dan agama juga menjadi poin penting dalam penganugerahan gelar adat ini.

Sebagai informasi tambahan, penganugerahan adat dari LAM bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan resmi atas kontribusi seseorang terhadap nilai-nilai budaya dan keharmonisan sosial.

Beberapa tokoh nasional sebelumnya yang pernah menerima gelar serupa antara lain Presiden Joko Widodo dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Baca Juga: 100 Kunci Harapan: Rumah Subsidi untuk Rakyat, Langkah Nyata Pemerintah Pro Rakyat

Kapolri juga tampil mengenakan pakaian adat Melayu lengkap, yang mencerminkan penghormatan tinggi terhadap nilai-nilai lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X