PALU, METROSELEBES.COM –Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) membuat kehebohan di Jalan Wolter Monginsidi, salah satu jalur protokol di Kota Palu, pada Senin, 14 Juli 2025.
Kejadian itu sontak menarik perhatian masyarakat sekitar, pengendara, hingga pengguna media sosial yang menyaksikan langsung maupun lewat video yang beredar.
Dalam unggahan instagram @halimdjurahim24 Pria tersebut terlihat berlari di tengah jalan sambil berteriak tanpa mengenakan sehelai pakaian pun. Beberapa warga yang menyaksikan kejadian itu mengaku panik dan khawatir akan keselamatan baik pria tersebut maupun pengguna jalan lainnya.
Baca Juga: MBG Jadi Motor Ekonomi Desa: Dari Gizi Anak Hingga Swasembada Pangan Lokal
Arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat tersendat karena pengguna jalan melambatkan kendaraan mereka, sebagian bahkan berhenti untuk mengabadikan momen tersebut atau mencoba membantu.
Pihak Satpol PP Kota Palu bersama personel kepolisian yang menerima laporan segera turun ke lokasi dan mengamankan pria tersebut untuk dibawa ke fasilitas kesehatan jiwa guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, identitas pria itu belum diketahui pasti, namun pihak berwenang tengah menelusuri keberadaan keluarganya.
Baca Juga: Serangan Balik Gaza Tewaskan Tentara Israel, 3 Lainnya Luka Parah
Fenomena ODGJ di Ruang Publik
Fenomena ODGJ yang berkeliaran di ruang publik bukan hal baru di berbagai kota Indonesia.
Menurut data Dinas Kesehatan, hingga awal 2025, terdapat lebih dari 450 ribu ODGJ berat yang tercatat secara nasional, dan hanya sekitar 35% di antaranya yang mendapatkan perawatan medis berkelanjutan.
Pemerintah daerah diimbau untuk meningkatkan deteksi dini dan pelayanan kesehatan jiwa, serta memberikan tempat penampungan sementara yang aman dan layak bagi ODGJ.
Baca Juga: Operasi Patuh Tinombala 2025, Strategi Lalu Lintas Sulteng Menuju Indonesia Emas
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah untuk menaruh perhatian lebih terhadap keberadaan ODGJ di ruang publik, baik demi keamanan mereka maupun masyarakat sekitar.
Kesadaran kolektif dibutuhkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan penanganan medis yang tepat, alih-alih stigma dan pengucilan.***
Artikel Terkait
Tarif Trump 32% Mengancam Ekspor, Prabowo Gerak Cepat Cari Pasar Baru
7 Tepat” Bikin Tepat Sasaran: Petani hingga Pembudidaya Ikan Kini Nikmati Pupuk Bersubsidi
100 Kunci Harapan: Rumah Subsidi untuk Rakyat, Langkah Nyata Pemerintah Pro Rakyat
Polisi TikTok Beraksi: Aksi Satir Netizen yang Jadi Simbol Harapan Tegaknya Keadilan
Pesantren Sehat, Bangsa Hebat: 500 Santriwati Lirboyo Kediri Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Massal
Sehatkan Santri, Kuatkan Bangsa: 500 Santriwati Lirboyo Jalani Pemeriksaan Gratis Didampingi Menko PMK"
Anugerah Ingatan Budi: Kapolri Dianugerahi Gelar Adat sebagai Penjaga Harmoni Negeri
Operasi Patuh Tinombala 2025, Strategi Lalu Lintas Sulteng Menuju Indonesia Emas
Serangan Balik Gaza Tewaskan Tentara Israel, 3 Lainnya Luka Parah
MBG Jadi Motor Ekonomi Desa: Dari Gizi Anak Hingga Swasembada Pangan Lokal