1000 SPPG untuk Pesantren: Komitmen Pemerintah Atasi Kemiskinan Lewat Pendidikan Vokasional

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Rabu, 16 Juli 2025 | 05:11 WIB
peletakan batu pertama pembangunan SPPG (Satuan Pelayanan Pemberdayaan Gender dan Ekonomi) di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Pasuruan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM) Muhamin Iskandar yang biasa disapa sebagai cak imin (Instagram kemenkopmri)
peletakan batu pertama pembangunan SPPG (Satuan Pelayanan Pemberdayaan Gender dan Ekonomi) di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Pasuruan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM) Muhamin Iskandar yang biasa disapa sebagai cak imin (Instagram kemenkopmri)

Langkah konkret pemerintah dalam membangun 1.000 SPPG di pesantren merupakan strategi inovatif yang diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi berbasis lokal dan sosial.

Program ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menekankan pendekatan berbasis komunitas dalam pembangunan manusia dan penguatan ekonomi umat.

Melalui SPPG, santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga keterampilan praktis, akses terhadap pembiayaan UMKM, serta pendampingan untuk membangun usaha mandiri.

Baca Juga: Simbol Palu Arit Muncul di Palu, Warga Geram: “Luka Lama Terbuka Lagi”

Kementerian PMK menargetkan pembangunan 100 SPPG tahap pertama akan selesai dalam tahun 2025, dengan monitoring ketat terhadap efektivitas pelatihan dan dampaknya terhadap ekonomi lokal.

Langkah ini diharapkan menjadi tonggak awal dari kebangkitan ekonomi pesantren, serta mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan berdaya saing.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X