KLATEN, METROSELEBES.COM – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa persiapan peluncuran program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) telah memasuki tahap finalisasi.
Program strategis ini ditargetkan akan melahirkan 80.000 lembaga koperasi yang telah berbadan hukum dan siap beroperasi, dengan peluncuran resminya direncanakan berlangsung pada 21 Juli mendatang di Klaten.
Kehadiran Kopdes Merah Putih sebagai upaya pemerintah mendorong transformasi ekonomi dari desa mendapat perhatian khusus.
Baca Juga: Dari Desa Menuju Daya Saing Nasional: Bank Mandiri Pacu Literasi dan Wirausaha Lokal
Menkop Budi Arie yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes, didampingi oleh Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, menyampaikan hal ini dalam agenda Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar pada 13 Juli.
“Program ini merupakan langkah besar dalam menciptakan ekosistem koperasi modern dan berkelanjutan di seluruh Indonesia, yang bertumpu dari desa sebagai pusat pertumbuhan,” ujar Budi Arie dalam Rakortas tersebut.
Dalam penjelasan resminya, Menkop mengungkapkan bahwa sebanyak 103 Kopdes/Kelurahan Merah Putih percontohan (mockup) telah siap diperkenalkan secara virtual kepada publik sebagai gambaran awal pelaksanaan.
Baca Juga: Serangan Mendadak di Khan Younis: Saraya Al-Quds Klaim Hantam Tentara dan Kendaraan Israel
Proyek percontohan ini diharapkan menjadi model yang bisa direplikasi oleh ribuan Kopdes lainnya di berbagai daerah.
Melalui Kopdes percontohan ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya menjadi alat ekonomi kolektif, namun juga pusat layanan masyarakat desa, termasuk bidang kesehatan, pendidikan, hingga digitalisasi layanan dasar.
Contohnya seperti koperasi desa yang juga mengelola apotek desa, toko kelontong modern berbasis koperasi, hingga integrasi sistem keuangan digital untuk mempermudah transaksi masyarakat.
Baca Juga: Momen Haru Pasha Ungu Suapi Sang Ayah, Warganet: Anak Berbakti Itu Rezeki Orang Tua
Program ini juga selaras dengan strategi pemerintah dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan berbasis komunitas, serta memperkuat ketahanan sosial-ekonomi dari bawah.
Artikel Terkait
Google Bayar $2,4 Miliar untuk Teknologi AI Windsurf, Rekrut CEO dan Tim R&D
AS Desak Jepang dan Australia Tegaskan Sikap dalam Potensi Konflik Taiwan-China
50 Bom Menggetarkan Malam Gaza: Ketika Dunia Terlelap, Langit Palestina Memerah
Cair Bertahap, Jangan Termakan Hoaks! Ini Penjelasan BSU 2025 dari Kemnaker
Untung Ada Dashcam! Driver Online Jadi Korban Pemukulan Penumpang di Tengah Jalan
Digerebek Warga, Oknum Lurah Tertangkap Basah Berzina di Dalam Mobil"
Momen Haru Pasha Ungu Suapi Sang Ayah, Warganet: Anak Berbakti Itu Rezeki Orang Tua
Gigitan Sepele Bisa Mematikan: 72 Nyawa Melayang Akibat Rabies dalam 6 Bulan
Serangan Mendadak di Khan Younis: Saraya Al-Quds Klaim Hantam Tentara dan Kendaraan Israel
Dari Desa Menuju Daya Saing Nasional: Bank Mandiri Pacu Literasi dan Wirausaha Lokal