“Presiden akan membentuk badan setingkat kementerian untuk mengelola haji. Maka pemerintah Arab Saudi ada harapan dengan manajemen baru,” jelas Dahnil.
Ia menambahkan, langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk lembaga khusus tersebut dianggap sebagai bentuk komitmen serius untuk memperbaiki tata kelola haji secara menyeluruh.
“Oleh sebab itu, wacana untuk pemotongan 50 persen itu tidak kami kembangkan karena kami percaya Presiden Prabowo melalui badan yang dibentuk akan berkomitmen melakukan perbaikan,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Sterling Mendekati Puncak, Tapi Fiskal Inggris Di Ujung Tanduk?
Rachel Reeves Umumkan Rencana Anggaran Ambisius: Fokus pada Kesehatan, Pertahanan, dan Infrastruktur demi Prioritas Rakyat Pekerja
IMF dan Serbia Capai Kesepakatan Awal untuk Program Reformasi Ekonomi Selama 36 Bulan
Menkeu AS: RUU Pajak Partai Republik Akan Lindungi Kedaulatan Pajak Korporasi dari Campur Tangan Asing
China Batasi Ekspor Logam Tanah Jarang ke AS Selama Enam Bulan, Industri Otomotif Terancam
AS Tegaskan Tarif 55% untuk Tiongkok Tetap Berlaku Meski Kesepakatan Dagang Dicapai
Korea Selatan Hentikan Siaran Propaganda Lewat Pengeras Suara demi Redakan Ketegangan dengan Korea Utara
Warner Bros Discovery Terbelah, Fitch Turunkan Peringkat Utang ke Status “Junk"
Harga Konsumen AS Naik Moderat, Tapi Tarif Impor Ancam Lonjakan Inflasi di Paruh Kedua 2025
Pemerintahan Trump Tinjau Ulang Pakta AUKUS, Nasib Proyek Kapal Selam Nuklir Australia Terancam