Seiring membaiknya sentimen pasar, beberapa negara berkembang seperti Meksiko, Kazakhstan, dan Turki memanfaatkan momentum untuk menerbitkan surat utang. Perusahaan-perusahaan swasta pun ikut serta dalam gelombang penerbitan obligasi selama dua hari terakhir, menandai optimisme investor global.
Namun, euforia ini tidak sepenuhnya menular ke pasar obligasi. Fokus di Eropa tertuju pada rancangan anggaran Jerman yang mengusulkan investasi besar-besaran, memicu kekhawatiran peningkatan utang. Imbal hasil obligasi Jerman tenor 30 tahun naik 8 basis poin menjadi 3,06%, dan tenor 10 tahun naik ke 2,60%. Kenaikan ini berdampak ke pasar global, termasuk kenaikan yield Treasury AS menjadi 4,35% dan obligasi 10 tahun Inggris menjadi 4,51%.
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran, Tapi Banyak Pertanyaan Besar Masih Menggantung
Harapan Pemangkasan Suku Bunga AS Meningkat
Sementara itu, perhatian investor tertuju pada pernyataan pejabat Federal Reserve. Wakil Ketua Pengawasan The Fed, Michelle Bowman, menyebut bahwa waktu untuk memangkas suku bunga “semakin dekat” karena mulai terlihat risiko terhadap pasar tenaga kerja.
Komentar ini menyusul pernyataan Gubernur The Fed, Christopher Waller, yang mengatakan ia akan mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada pertemuan 29-30 Juli. Namun, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic justru menyatakan belum ada kebutuhan mendesak untuk memotong suku bunga, mengingat perusahaan-perusahaan masih berencana menaikkan harga di akhir tahun.
Ketua The Fed, Jerome Powell, dijadwalkan berbicara di hadapan Kongres pada hari yang sama, dan hingga kini belum menunjukkan