Sebelumnya, Albanese telah bertemu dengan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dan menyambut ketertarikan Kanada untuk bergabung dengan pilar kedua AUKUS yang berfokus pada pengembangan teknologi pertahanan canggih. Ia menyebut Kanada sebagai sekutu jangka panjang yang berbagi nilai-nilai demokrasi dan kepastian strategis di tengah dunia yang semakin tidak menentu.
Selain itu, Albanese dijadwalkan melakukan pembicaraan lanjutan dengan Uni Eropa mengenai pakta pertahanan baru dan kemajuan dalam perundingan perdagangan bebas antara Australia dan UE.
Baca Juga: Amazon Gelontorkan Rp210 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Data Center dan AI di Australia
Namun, tantangan diplomatik tak hanya datang dari luar. Sebuah survei tahunan dari lembaga think-tank Lowy Institute yang dirilis Senin menunjukkan penurunan signifikan kepercayaan publik Australia terhadap Amerika Serikat. Hanya 36% responden yang menyatakan percaya bahwa AS akan bertindak secara bertanggung jawab dalam urusan global—angka ini turun drastis 20 poin dari tahun sebelumnya. Meski begitu, dua pertiga responden tetap mendukung keberlanjutan pakta AUKUS.
Baca Juga: Meta Blokir Ribuan Konten Judol, Puan: Kolaborasi Digital Kunci Bersihkan Dunia Maya
Pertemuan Albanese dan Trump diprediksi akan menjadi salah satu momen penting dalam diplomasi pertahanan dan ekonomi Australia, sekaligus menjadi ujian awal hubungan bilateral di bawah masa jabatan baru Trump.