Tarif Trump Hampir Berakhir, Pasar Global Bersiap Hadapi Ketidakpastian Baru

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 4 Juli 2025 | 18:36 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan mengenai tarif di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 2 April 2025. Source FOTO: REUTERS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan mengenai tarif di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 2 April 2025. Source FOTO: REUTERS

METROSELEBES.COM-Batas waktu 90 hari yang diberikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada mitra dagang utama untuk mencapai kesepakatan perdagangan atau menghadapi tarif tinggi akan segera berakhir pada minggu depan. Momen ini menandai akhir dari periode volatilitas pasar global yang penuh gejolak, namun meninggalkan investor dalam ketidakpastian tentang langkah Trump selanjutnya.

Baca Juga: Volvo Tunda Produksi Massal di Pabrik Baru Slovakia hingga 2027, Fokus Optimalkan Strategi Peluncuran Produk

Selama tiga bulan terakhir, Trump kerap mengeluarkan ancaman atau memberlakukan tarif baru hanya untuk membatalkannya kembali secara tiba-tiba. Strategi kebijakan dadakan semacam ini telah mengguncang pasar dunia, namun investor tampaknya mulai terbiasa dengan ketidakpastian tersebut. Akibatnya, hanya sedikit yang memprediksi akan terjadi guncangan besar pada tenggat waktu 9 Juli mendatang. Sebagian besar justru memperkirakan adanya penundaan, jeda, atau kompromi baru.

 

Namun, bentuk dari kompromi tersebut masih menjadi tanda tanya besar.

 

Bursa Saham Bangkit, Tapi Tak Merata

 

Pasar saham global menunjukkan pemulihan yang kuat setelah pengumuman tarif pada 2 April. Indeks MSCI World, yang sempat turun 10% dalam sepekan setelah pengumuman Trump, kini justru mencetak rekor demi rekor baru dengan lonjakan lebih dari 11%.

Baca Juga: Peretasan Sistem Bocorkan Data Pelanggan Louis Vuitton Korea, Keamanan Diperketat

Ketenangan sementara tercipta pada Mei ketika AS dan China sepakat menunda banyak tarif selama 90 hari. Meskipun ketegangan geopolitik, seperti serangan Israel terhadap Iran dan pemboman situs nuklir oleh AS, sempat memicu kekhawatiran, pasar tetap bergerak positif.

 

S&P 500 juga mencatat lonjakan lebih dari 10% sejak awal April dan berhasil menyamai performa MSCI All-Country Index. Namun perlu dicatat bahwa rekor baru S&P hanya tercapai dalam denominasi dolar AS. Melemahnya dolar membuat investor luar negeri melihat return yang lebih rendah. Dalam euro, franc Swiss, dan pound sterling, indeks ini masih berada di bawah puncak tertinggi sebelumnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X