Volvo Tunda Produksi Massal di Pabrik Baru Slovakia hingga 2027, Fokus Optimalkan Strategi Peluncuran Produk

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 4 Juli 2025 | 18:20 WIB
Sebuah logo Volvo terlihat pada pelek yang dipajang di showroom Volvo di Mexico City, Meksiko, pada 6 April 2018. Source FOTO: REUTERS
Sebuah logo Volvo terlihat pada pelek yang dipajang di showroom Volvo di Mexico City, Meksiko, pada 6 April 2018. Source FOTO: REUTERS

STOCKHOLM,METROSELEBES.COM-Volvo Cars mengumumkan penundaan dimulainya produksi massal di pabrik barunya yang tengah dibangun di Kosice, Slovakia, dari jadwal semula tahun 2026 menjadi awal tahun 2027. Keputusan ini diambil untuk menyelaraskan kembali jadwal peluncuran produk baru perusahaan asal Swedia tersebut. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (04/07/2025).

Baca Juga: Peretasan Sistem Bocorkan Data Pelanggan Louis Vuitton Korea, Keamanan Diperketat

Juru bicara Volvo menyampaikan bahwa penundaan ini bukan keputusan yang baru diambil, namun ia enggan mengungkap kapan keputusan tersebut ditetapkan. Meskipun Volvo belum mengumumkan secara resmi model apa yang akan diproduksi di fasilitas baru ini, pihak perusahaan mengatakan bahwa pabrik tersebut akan memproduksi model generasi terbaru Volvo.

 

Pabrik Kosice diproyeksikan memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 250.000 unit. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Volvo untuk meningkatkan efisiensi dan menyesuaikan struktur biaya produksi.

 

Menariknya, Polestar — merek mobil listrik mewah yang juga dimiliki oleh induk perusahaan Volvo, Geely Holding asal Tiongkok — mengumumkan secara terpisah bahwa mereka akan memproduksi SUV Polestar 7 di pabrik yang sama mulai tahun 2028. Hal ini menunjukkan kemungkinan pabrik Kosice akan menjadi pusat produksi bersama bagi beberapa merek dalam naungan Geely.

Baca Juga: Kredit Pajak Kendaraan Listrik AS Berakhir 30 September, Penjualan EV Diprediksi Melonjak Sementara

Kembalinya Hakan Samuelsson sebagai CEO Volvo pada April lalu turut membawa sejumlah langkah signifikan, termasuk pemangkasan 3.000 posisi pekerja kantoran dan peluncuran program efisiensi biaya besar-besaran. Samuelsson juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Volvo dan merek lain di bawah Geely, terutama dalam berbagi fasilitas produksi dan rantai pasok.

 

“Berbagi pabrik akan sangat menguntungkan bagi kami, karena pada akhirnya biaya harus ditanggung oleh volume produksi yang dihasilkan,” kata Samuelsson kepada para analis.

Baca Juga: RUU Pajak dan Belanja Trump Disahkan DPR: Kemenangan Politik Besar yang Picu Polemik Nasional

Dengan strategi baru ini, Volvo berupaya menguatkan posisinya dalam industri otomotif global yang semakin kompetitif, sembari mempererat sinergi dengan sesama merek dalam keluarga besar Geely.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X