Dua Warga Negara China Dituduh Rekrut Anggota Militer AS untuk Mata-Mata

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 2 Juli 2025 | 08:46 WIB
Logo Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan bendera AS terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 23 April 2025. Source FOTO: REUTERS
Logo Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan bendera AS terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 23 April 2025. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengumumkan telah menjerat dua warga negara China dengan tuduhan bertindak sebagai agen intelijen pemerintah Tiongkok. Keduanya dituduh mencoba merekrut anggota militer Angkatan Laut AS (U.S. Navy) untuk menjadi mata-mata bagi Beijing, serta mengumpulkan informasi rahasia terkait pangkalan militer Amerika. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (01/07/2025).

Baca Juga: Ferrari Amalfi Resmi Diluncurkan: Coupe Bertenaga V8 Ini Siap Jadi Penerus Roma Sebelum Era Mobil Listrik Dimulai

Dua tersangka tersebut adalah Yuance Chen (38), penduduk tetap sah yang tinggal di Happy Valley, Oregon, dan Liren “Ryan” Lai (39), yang baru tiba dari Tiongkok ke Houston pada April lalu menggunakan visa turis. Keduanya ditangkap pada Jumat lalu dan telah menjalani sidang perdana di pengadilan federal di Houston dan Portland, Oregon, pada Senin (1/7).

 

Menurut keterangan DOJ, pada tahun 2022, Chen dan Lai diduga memfasilitasi pembayaran dengan metode “dead drop” senilai sedikitnya $10.000 yang disembunyikan dalam loker di sebuah fasilitas rekreasi di California Utara. Uang tersebut diberikan sebagai imbalan atas informasi keamanan nasional AS yang sebelumnya telah dikirim ke intelijen China.

Baca Juga: Penjualan Mobil di AS Naik pada Kuartal Kedua, Tapi Ancaman Tarif dan Harga Tinggi Bayangi Paruh Akhir Tahun

Meski DOJ tidak mengungkap secara rinci siapa sumber informasi tersebut atau siapa anggota militer yang menjadi target perekrutan, pihak berwenang menegaskan bahwa kedua tersangka terus menjalankan operasi atas nama Kementerian Keamanan Negara China (Ministry of State Security/MSS) setelah insiden tahun 2022.

 

"Mereka terus mencoba mengidentifikasi calon agen di dalam jajaran Angkatan Laut AS untuk direkrut oleh MSS," demikian pernyataan DOJ.

 

Direktur FBI, Kash Patel, dalam pernyataan tertulis mengatakan bahwa Partai Komunis China mengira mereka bisa menjalankan operasi mata-mata di tanah AS tanpa terdeteksi. "Mereka menggunakan teknik mata-mata klasik seperti dead drop untuk membayar informan mereka. Tapi kami berhasil membongkar jaringan ini," katanya.

Baca Juga: Suzuki Fronx Tampil Elegan, Tapi Ini Deretan Kekurangannya yang Perlu Diketahui

Sementara itu, dalam pernyataannya kepada Reuters, juru bicara Kedutaan Besar China, Liu Pengyu, menyatakan tidak mengetahui kasus tersebut secara spesifik. Namun ia menilai tuduhan tersebut sebagai "dugaan dan spekulasi belaka", serta menuding AS bersikap hipokrit dalam operasi intelijennya di seluruh dunia.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X