Villeroy Desak Uni Eropa Bentuk Komunitas AI dan Tetapkan Tenggat Waktu Demi Kedaulatan Finansial

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 18 Juni 2025 | 20:10 WIB
Francois Villeroy de Galhau, Gubernur Bank Sentral Prancis (Banque de France), berbicara dengan para jurnalis setelah konferensi pers, di Paris, Prancis, pada 9 April 2025. Source FOTO: REUTERS
Francois Villeroy de Galhau, Gubernur Bank Sentral Prancis (Banque de France), berbicara dengan para jurnalis setelah konferensi pers, di Paris, Prancis, pada 9 April 2025. Source FOTO: REUTERS

MILAN,METROSELEBES.COM-Gubernur Bank Sentral Prancis sekaligus pembuat kebijakan senior Bank Sentral Eropa (ECB), Francois Villeroy de Galhau, mendesak Uni Eropa untuk mempercepat langkah menuju integrasi keuangan dan mendorong kedaulatan finansial dengan menetapkan tenggat waktu yang jelas. Pernyataan ini ia sampaikan dalam konferensi Young Factor yang dihadiri pelajar dari seluruh Eropa di Milan.

Baca Juga: Tarik Ulur Bitcoin: Produsen Mesin Tambang Asal Tiongkok Bangun Pabrik di AS untuk Hindari Tarif Trump

Menurut Villeroy, Eropa harus belajar dari sejarah dan menciptakan “Komunitas Kecerdasan Buatan (AI)”, sebagaimana dulu membentuk Komunitas Batu Bara dan Baja pasca-Perang Dunia II—cikal bakal Uni Eropa. Ia menegaskan, peluang Eropa untuk menyusul Amerika Serikat dan Tiongkok dalam perlombaan teknologi AI masih terbuka, asalkan Eropa segera bertindak dan menyatukan kekuatan.

 

“Teknologinya terus berkembang, dan kita masih bisa mendapatkan keuntungan sebagai penggerak kedua,” ujar Villeroy. “Asalkan kita menyatukan sumber daya, talenta, dan dana, kita masih punya peluang besar.”

Baca Juga: China Dorong Yuan Digital dan Sistem Mata Uang Multipolar untuk Tantang Dominasi Dolar

Villeroy menekankan pentingnya menjaga dan menginvestasikan tabungan masyarakat Eropa di dalam negeri. Saat ini, sebagian besar dana tersebut justru mengalir ke luar, terutama ke Amerika Serikat, yang pada akhirnya membiayai investasi di sana.

 

Menurutnya, salah satu hambatan utama adalah pasar keuangan Eropa yang masih terfragmentasi, sehingga kurang menarik bagi modal global. Ia pun mendorong Uni Eropa untuk segera menerapkan rekomendasi yang tertuang dalam laporan dua mantan Perdana Menteri Italia, Mario Draghi dan Enrico Letta, yang berfokus pada peningkatan daya saing Eropa.

Baca Juga: Tokyo Gas Pantau Konflik Iran-Israel, Siap Tambah Impor LNG dari AS

 “Kita tahu apa yang harus dilakukan: gabungkan langkah Draghi, Letta, dan pembentukan Uni Tabungan dan Investasi. Sebagian besar dari langkah ini bahkan tidak membutuhkan biaya fiskal,” kata Villeroy. “Namun kita terlalu lambat. Jika bukan sekarang, bisa jadi tidak akan pernah.”

 

Sebagai penutup, ia menyerukan penetapan tenggat waktu konkret, dengan menyarankan 1 Januari 2028 sebagai target implementasi penuh atas langkah-langkah tersebut, sebagaimana Uni Eropa dahulu menetapkan batas waktu untuk pembentukan pasar tunggal.

Baca Juga: Dana Desa 2025 Tahap II Wajib Sertakan Koperasi Merah Putih: Ini Dua Syarat Tambahannya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X