Meskipun kedua negara menyatakan komitmen untuk meredam konflik dan menghindari provokasi nasionalis, hubungan bilateral tetap tegang. Thailand bahkan mengancam akan menutup perbatasan dan menghentikan pasokan listrik ke Kamboja.
Baca Juga: Badai PHK Menghantam Bali: DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah Jaga Harapan Pekerja
Sebagai balasan, Phnom Penh menyatakan akan menghentikan pembelian listrik, layanan internet, dan berbagai produk dari Thailand. Pemerintah Kamboja juga memerintahkan stasiun televisi lokal untuk menghentikan penayangan film-film Thailand.
Situasi ini menunjukkan bagaimana sengketa perbatasan yang tidak terselesaikan dapat berpotensi mengancam stabilitas regional, jika tidak ditangani melalui pendekatan hukum dan diplomatik yang kuat. Dunia kini menanti respons Thailand terhadap langkah hukum Kamboja yang berani.
Artikel Terkait
Satgas Madago Raya Sambangi Alumni Deradikalisasi Di Tamanjeka, Ajak Jadi Agen Perdamaian
Ayo Daftar..! Kemensos Buka Rekrutmen PPPK Guru Sekolah Rakyat, Siapkan 1.554 Formasi di Seluruh Indonesia
UIN Datokarama dan Kemenag Touna Sosialisasi KKN Tematik di Kampung Zakat Desa Uekambuno
Stimulus Sosial Dipertebal, Harapan Mandiri Rakyat Meningkat Tajam
Ritel Modern Jadi Katalis Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional
Badai PHK Menghantam Bali: DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah Jaga Harapan Pekerja
Transmigrasi Jadi Katalis, Seluma Siap Jadi Sentra Baru Pertanian dan Perikanan Inovatif
Muslimah Penggerak Ekonomi: IPEMI Kukuhkan Pengurus Baru 2025–2030
Kemiri Bukan Sekadar Bumbu: Harta Alam untuk Kesehatan dan Ekonomi
Israel-Iran Memanas, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Alihkan Fokus dari Palestina