JAKARTA, METROSELEBES.COM - Dalam beberapa tahun terakhir, ribuan WNI terjerat dalam mimpi gaji tinggi di luar negeri yang berujung pada Penipuan Berkedok Kerja di Luar Negeri.
Alih-alih mendapat penghasilan seperti yang dijanjikan, para korban justru dipaksa menjadi operator judi online hingga pelaku penipuan daring.
Modus berkedok tawaran kerja mudah bergaji besar, padahal mengarah pada kerja paksa dan eksploitasi.
Data dari KBRI Phnom Penh mencatat 1.301 kasus WNI bermasalah selama Januari-Maret 2025, dengan 75% di antaranya merupakan korban penipuan daring.
Baca Juga: Deklarasi Bersih dari Korupsi: Kemenkop Kawal 80.000 Kopdes Merah Putih dengan Integritas
Mereka dijanjikan pekerjaan tanpa syarat rumit dan gaji menggiurkan, namun akhirnya dipaksa bekerja sebagai scammer atau operator situs judi online.
Transformasi cara pandang terhadap peluang kerja di luar negeri menjadi penting.
Tidak cukup hanya dengan keinginan cepat bekerja di luar negeri, namun harus dibarengi dengan keterampilan tinggi dan jalur legal.
Inilah pentingnya menjadi high-skill workers agar peluang kerja menjadi lebih aman, layak, dan menjanjikan.
Baca Juga: Mentan Amran Targetkan Swasembada Gula 2028-2030
High skill workers, atau pekerja dengan keterampilan tinggi, adalah individu dengan kemampuan teknis, akademik, atau profesional kompleks yang dibuktikan dengan pelatihan, pendidikan formal, sertifikasi, atau pengalaman kerja khusus.
Mereka lebih mudah terserap dalam sektor legal dan memiliki risiko jauh lebih kecil dari eksploitasi.
Negara-negara seperti Jepang, Jerman, Australia, Korea Selatan, dan Singapura sangat membutuhkan tenaga kerja profesional dari luar negeri. Peluang kerja resmi terbuka luas di sektor:
Artikel Terkait
Tragedi Berdarah di Sekolah Graz: Mantan Siswa Tewaskan 10 Orang dan Bunuh Diri
Benteng Raksasa Pantura: Mega Proyek Giant Sea Wall Penyelamat Pesisir Jawa
Dua Malam Berturut-turut Rusuh di Ballymena: Polisi Diserang, Rumah Dibakar, Pemerintah Kutuk Kekerasan
AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Awal: Perang Dagang Mereda, Ekspor Mineral Kritis Dilonggarkan
Indeks Saham India Diprediksi Menguat, Didukung Optimisme Perdagangan Global
Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Perdagangan AS-China, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Taktik Baru ICE Dikecam: Target Penangkapan Harian Tiga Kali Lipat, Warga Tak Berdokumen Jadi Sasaran Acak
Mentan Amran Targetkan Swasembada Gula 2028-2030
Deklarasi Bersih dari Korupsi: Kemenkop Kawal 80.000 Kopdes Merah Putih dengan Integritas
Los Angeles Mencekam: Aksi Protes Imigrasi Meluas, Trump Kirim Marinir dan National Guard