Filantropi Militer: Menelusuri Jejak Kemanusiaan D.I. Pandjaitan di Tengah Dinamika Patriotisme Kontemporer

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Rabu, 11 Juni 2025 | 20:27 WIB
Mayor Jenderal TNI Dr. Priyanto, S.I.P., M.Si., M.(Han), dosen tetap di Program Studi Strategi Perang Semesta Fakultas Strategi Pertahanan  (Instagram unhan.ri)
Mayor Jenderal TNI Dr. Priyanto, S.I.P., M.Si., M.(Han), dosen tetap di Program Studi Strategi Perang Semesta Fakultas Strategi Pertahanan (Instagram unhan.ri)

 

JAKARTAMETROSELEBES.COM - Mayor Jenderal TNI Dr. Priyanto, S.I.P., M.Si., M.(Han), dosen tetap di Program Studi Strategi Perang Semesta Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), berhasil meraih Juara II dalam Lomba Esai Kepahlawanan D.I. Pandjaitan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh DIP Institute Jakarta.

Kompetisi ini merupakan bagian dari peringatan 100 tahun kelahiran Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Pandjaitan yang digelar pada Rabu (11/6).

Dalam karya ilmiahnya yang berjudul “Filantropi D.I. Pandjaitan: Warisan Kemanusiaan Seabad”, Mayjen TNI Dr. Priyanto menghadirkan refleksi mendalam tentang dimensi filantropi dan kemanusiaan dari sosok D.I. Pandjaitan.

Baca Juga: Kampus Bhinneka Tangguh Unhan RI Diresmikan, Jadi Pilar Pendidikan Patriotik Masa Depan

Priyanto menekankan bahwa nilai-nilai integritas moral tinggi dan dedikasi kemanusiaan dari pahlawan revolusi tersebut melampaui konteks militeristik, dan menjadi inspirasi dalam narasi sejarah yang menjunjung tinggi kebajikan universal.

Lebih dari sekadar kompetisi akademik, lomba esai ini mencerminkan urgensi literasi sejarah dalam pembentukan identitas kebangsaan yang kritis, inklusif, dan berdasar pada pengetahuan.

Dalam konteks akademik, esai menjadi wadah reflektif yang menghubungkan memori kolektif bangsa dengan tantangan zaman kini, sembari menumbuhkan karakter patriotik yang kontekstual.

Baca Juga: Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Baru: China Suplai Mineral Langka, AS Buka Pintu bagi Mahasiswa Tiongkok

Lomba ini terbuka bagi peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga kalangan militer dan akademisi.

Dengan pendekatan multidisipliner dan lintas generasi, kompetisi ini dirancang untuk memperluas partisipasi dan membangun narasi kebangsaan yang lebih holistik dan relevan dalam dinamika sosial masa kini.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X