Los Angeles Mencekam: Aksi Protes Imigrasi Meluas, Trump Kirim Marinir dan National Guard

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 11 Juni 2025 | 18:12 WIB
Para pengunjuk rasa menghadiri unjuk rasa menentang penggerebekan imigrasi federal, di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, pada 10 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Para pengunjuk rasa menghadiri unjuk rasa menentang penggerebekan imigrasi federal, di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, pada 10 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

LOS ANGELES,METROSELEBES.COM-Ketegangan meningkat di berbagai kota besar Amerika Serikat setelah gelombang aksi protes terhadap kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump terus meluas. Di Los Angeles, kota terbesar kedua di AS, pemerintah memberlakukan jam malam di beberapa wilayah menyusul lima hari kerusuhan yang tak kunjung reda. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (11/06/2025).

Baca Juga: Taktik Baru ICE Dikecam: Target Penangkapan Harian Tiga Kali Lipat, Warga Tak Berdokumen Jadi Sasaran Acak

Langkah Trump yang mengerahkan pasukan Marinir dan National Guard ke Los Angeles menuai kontroversi luas dan memicu perdebatan nasional soal penggunaan militer di dalam negeri. Presiden dari Partai Republik itu bersikeras bahwa kehadiran militer diperlukan untuk mengamankan kota dari apa yang ia sebut sebagai “serangan penuh terhadap ketertiban umum dan kedaulatan nasional”.

 

"Yang kita saksikan di California adalah serangan besar terhadap perdamaian, ketertiban, dan kedaulatan negara, dilakukan oleh para perusuh yang mengibarkan bendera asing," kata Trump dalam pidatonya kepada tentara di Fort Bragg, North Carolina.

 

Konflik Pemerintah Pusat dan Negara Bagian. Gubernur California Gavin Newsom, seorang Demokrat yang digadang-gadang akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2028, mengecam keras kebijakan Trump. Dalam pidato video, ia menyebut langkah presiden sebagai “penyalahgunaan kekuasaan yang terang-terangan” yang justru memperburuk situasi.

Baca Juga: Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Perdagangan AS-China, Pasar Menanti Data Inflasi AS

"Dia memilih eskalasi. Dia memilih kekuatan. Dia memilih pertunjukan daripada keselamatan publik. Demokrasi sedang diserang," tegas Newsom.

 

Pemerintah negara bagian California bahkan menggugat pemerintahan Trump dan Departemen Pertahanan di pengadilan federal, berusaha menghentikan pengerahan pasukan federal. Sebagai balasan, Trump menyatakan bahwa Newsom seharusnya ditangkap.

 

Ketegangan Meningkat, Jam Malam Diterapkan. Walikota Los Angeles Karen Bass mengaku tidak setuju dengan pengerahan militer, menyebut bahwa polisi lokal mampu menangani aksi protes yang sebagian besar berlangsung damai dan terbatas di lima ruas jalan utama. Namun, aksi penjarahan dan kekerasan yang terjadi pada malam hari mendorong pemerintah kota untuk memberlakukan jam malam di pusat kota sejak Selasa malam.

Baca Juga: Indeks Saham India Diprediksi Menguat, Didukung Optimisme Perdagangan Global

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X